Politani Samarinda Latih KWT Srikandi Desa Sepaku Olah Kopi Jadi Minuman Kekinian

Akbar Sopianto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:08 WIB
PELATIHAN: Sesi pelatihan yang dikenalkan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kepada Kelompok Wanita Tani Srikandi di Desa Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara
PELATIHAN: Sesi pelatihan yang dikenalkan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kepada Kelompok Wanita Tani Srikandi di Desa Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara

KALTIMPOST.ID, Kopi tidak harus berhenti sebagai komoditas hasil panen.

Melalui sentuhan inovasi, biji kopi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Peluang itulah yang dikenalkan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sebanyak 25 anggota Kelompok Wanita Tani Srikandi mengikuti pelatihan pembuatan es kopi gula aren dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kopi menjadi produk siap jual yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Ketua Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politani Samarinda sekaligus Ketua Panitia, Dr Edy Wibowo Kurniawan, S TP, M Sc, mengatakan masyarakat perlu didorong agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui diversifikasi produk.

Kopi hasil olahan kelompok wanita srikandi dari prodi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politani Samarinda.
Kopi hasil olahan kelompok wanita srikandi dari prodi D4 Teknologi Rekayasa Pangan Politani Samarinda.

Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai formulasi minuman, teknik pengolahan, dan pengemasan, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan es kopi gula aren yang kini memiliki pangsa pasar cukup luas.

Ketua Kelompok Wanita Tani Srikandi, Khusnul Khotimah, menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut.

Menurutnya, ilmu yang diberikan menjadi bekal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

“Kami sangat berterima kasih karena tim dari D4 Teknologi Rekayasa Pangan sudah datang dari Samarinda untuk berbagi ilmu kepada kami. Semoga ilmu yang diberikan dapat kami manfaatkan dan dikembangkan menjadi usaha yang bermanfaat bagi kelompok kami,” ujarnya.

Baca Juga: Lionel Messi Umumkan Pensiun, Tinggalkan Timnas Argentina, Tulis Salam Perpisahan lewat Instagram

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi dan terlibat langsung dalam praktik pembuatan produk.

Melalui kegiatan ini, Politani Samarinda berharap masyarakat tidak lagi hanya menjual kopi dalam bentuk bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat, penguatan usaha mikro, serta pengembangan ekonomi lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Editor : Hernawati
KWT kopi Politani Samarinda IKN umkm