KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pelayanan kesehatan tidak pernah mengenal kata berhenti. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin tinggi, para tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) tetap hadir, bekerja, melayani, dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
Setiap hari, mereka berada di garis terdepan pelayanan kesehatan. Dari ruang pelayanan, ruang perawatan, instalasi, hingga berbagai unit pendukung, seluruh pegawai menjalankan tanggung jawab dengan profesionalisme dan dedikasi.
Namun, di balik pengabdian tersebut, terdapat harapan sederhana: agar hak pegawai juga mendapatkan perhatian dan kepastian.
Baca Juga: RSUD AWS Samarinda Sandang Akreditasi Rumah Sakit Tipe A, Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Melalui Forum Ikatan Pegawai RSUD AWS, para pegawai menyuarakan harapan terkait pemenuhan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum dibayarkan sejak Juni.
Bagi pegawai, TPP bukan sekadar angka dalam daftar pembayaran. Di baliknya terdapat kebutuhan keluarga, biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, transportasi, serta berbagai tanggung jawab kehidupan yang harus tetap berjalan.
“Kami tetap bekerja, melayani, dan mengabdi dengan sebaik-baiknya. Kami hanya berharap hak kami dapat diberikan sesuai ketentuan dan mendapatkan kepastian.”
Para pegawai menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pelayanan kepada masyarakat.
Sebaliknya, mereka ingin memastikan bahwa kesejahteraan pegawai dan keberlangsungan pelayanan dapat berjalan beriringan.
Karena pegawai yang merasa dihargai akan semakin kuat dalam memberikan pelayanan terbaik. Keadilan dan kesejahteraan pegawai bukan hanya persoalan individu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Forum Ikatan Pegawai RSUD AWS menyampaikan aspirasi dengan tetap mengedepankan integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Kami bekerja dengan hati, bukan hanya karena tugas. Kami melayani dengan dedikasi, bukan sekadar kewajiban. Dan kami berharap pengabdian tersebut juga diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan kami.
“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya berharap hak kami dihargai, agar kami dapat terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”
Forum Ikatan Pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie: Satu suara dalam pengabdian, satu harapan dalam keadilan.
Di balik seragam dan rutinitas pelayanan rumah sakit, terdapat para pekerja yang juga memiliki kebutuhan dan tanggung jawab keluarga.
Karena itu, pemenuhan hak TPP menjadi harapan agar pengabdian mereka dapat terus berjalan dengan dukungan kesejahteraan yang layak.
“Kami tetap melayani masyarakat. Kami hanya berharap hak kami juga diperhatikan dan segera mendapatkan kepastian,” menjadi suara harapan di balik pengabdian para pegawai RSUD AWS.
Persoalan ini diharapkan dapat segera menemukan titik terang melalui komunikasi dan koordinasi antara manajemen rumah sakit, pemerintah daerah, serta instansi terkait.
Dengan adanya kepastian, para pegawai dapat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan lebih tenang, profesional, dan penuh semangat. (Kh///)
Editor : Almasrifah