Rahasia Kualitas Mobil Kia: Pindai 1.000 Titik Bodi dan 500 Data per Detik

Agus Prayitno • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:54 WIB
Pengujian Kia mencakup kualitas eksterior, kekedapan air, fungsi perakitan, serta Noise, Vibration, and Harshness (NVH) kendaraan. (Foto: Istimewa)
Pengujian Kia mencakup kualitas eksterior, kekedapan air, fungsi perakitan, serta Noise, Vibration, and Harshness (NVH) kendaraan. (Foto: Istimewa)

KALTIMPOST.ID - Pabrikan otomotif Kia memperketat pengawasan mutu kendaraan secara menyeluruh dengan mengukur hingga 1.000 titik pada struktur bodi melalui fasilitas Digital Measuring Center (DMC). Langkah berpresisi tinggi ini diterapkan untuk menjamin kenyamanan dan kualitas lini produk global yang beredar di berbagai pasar, termasuk Indonesia.

Pemeriksaan ketat tersebut dipusatkan di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan. Di fasilitas tersebut, tim teknisi menguji setiap kendaraan berdasarkan sekitar 600 kriteria kualitas secara mendalam.

Fokus pengujian mencakup empat sektor vital kendaraan. Sektor tersebut meliputi kualitas eksterior, kekedapan air, fungsi perakitan, serta tingkat kebisingan, getaran, dan kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH).

Melalui pengujian ini, para teknisi dapat mendeteksi celah antarkomponen hingga perubahan bentuk bodi yang sangat mikroskopis. Hal ini memastikan setiap kendaraan keluar dengan tingkat presisi maksimal sebelum memasuki tahap manufaktur massal.

Baca Juga: Antrean Solar Mengular di SPBU Kutim, Wabup Mahyunadi Endus Permainan Pengetap dan Pengoplos

VP Operations Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, menyatakan bahwa pengukuran presisi ini menjadi fondasi utama penjaminan mutu. Data yang dihimpun membantu tim teknisi menyempurnakan setiap bagian bodi sejak fase awal pengembangan produk.

"Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi," ujar Harry Yanto.

Tahapan pemeriksaan diawali pada struktur dasar menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Sensor kontak berpresisi tinggi membaca koordinat tiga dimensi pada 1.000 titik untuk melihat kesejajaran dan toleransi jarak antarkomponen.

Pengujian Komponen Bergerak Berkecepatan Tinggi

Tidak hanya struktur rangka, bagian bergerak seperti pintu dan pintu bagasi belakang (liftgate) turut diperiksa secara dinamis. Perangkat pemindai optik 3D yang dipasang pada lengan robot bekerja bersama Autonomous Mobile Robots (AMR) untuk memetakan bentuk komponen secara virtual.

Selama pengujian buka-tutup komponen bergerak, kamera berkecepatan tinggi dan sensor khusus sanggup merekam hingga 500 data pengukuran per detik. Perekaman kilat ini memperlihatkan deformasi atau perubahan bentuk yang luput dari pandangan mata manusia, termasuk akibat tekanan beban dari luar.

Seluruh data pengujian kemudian diolah ke dalam pusat data komputasi terpadu. Kia memanfaatkan algoritma DATA-FIT untuk merancang konfigurasi perakitan optimal di ruang virtual, serta sistem DATA-AUDIT guna memetakan potensi kekeliruan komponen.

Integrasi data ini membuat pemantauan mutu beralih dari sekadar perbaikan pasca-kejadian menjadi proses pencegahan dini sejak tahap rancang bangun. Pola ini juga disiapkan terhubung dengan infrastruktur kecerdasan buatan untuk pengembangan lini model berikutnya.

Baca Juga: Sembilan IPA Tirta Kencana Kurangi Operasional akibat Intrusi Air Laut

Harry Yanto menambahkan, ketelitian pengukuran yang rumit ini bermuara langsung pada kepuasan pengemudi di jalan raya. Kerapian bodi dan kekedapan kabin menjadi bukti nyata dari proses pengukuran berteknologi tinggi tersebut.

"Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia," pungkas Harry.

 

Editor : Agus Prayitno
kia indonesia teknologi mobil kia