PPN Kembangkan SAF Berbahan Minyak Jelantah

Ajie Chandra • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:42 WIB
GREEN REFINERY: Di Kilang Cilacap, minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) kini dikembangkan sebagai salah satu bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar penerbangan yang dirancang lebih berkelanjutan.
GREEN REFINERY: Di Kilang Cilacap, minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) kini dikembangkan sebagai salah satu bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar penerbangan yang dirancang lebih berkelanjutan.

CILACAP- Dari limbah dapur yang selama ini identik dengan sisa makanan, sebuah perjalanan baru menuju langit yang lebih hijau tengah dibangun. 

Minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) kini dikembangkan sebagai salah satu bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar penerbangan yang dirancang lebih berkelanjutan. Di Kilang Cilacap, upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pertamina Patra Niaga mendorong lahirnya ekosistem energi hijau sekaligus menjawab tantangan masa depan industri penerbangan.

Produksi dan pengembangan SAF dilakukan salah satunya di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam ekosistem energi Pertamina sekaligus lokasi produksi SAF, yang memanfaatkan UCO sebagai salah satu bahan bakunya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty mengatakan SAF menjadi salah satu topik pembicaraan pada agenda Pertamax Journey 2026.

“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” jelas Kitty.

Selain itu kilang yang diproyeksikan menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan skala besar untuk memperkuat kemandirian Energi Hijau dan SAF Nasional.

Pemanfaatan UCO dalam pengembangan SAF juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah menjadi bagian dari rantai nilai energi. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Kitty, pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
pemanfaatan minyak jelantah Kilang Cilacap Kitty pertamina patra niaga