MBG Ubah Pola Permintaan Ayam, Varia Niaga: Harga Cenderung Naik

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:25 WIB
FAKTOR: Harga ayam fluktuatif dan cenderung naik selama MBG. Terbukti saat momen libur sekolah, harganya alami koreksi.
FAKTOR: Harga ayam fluktuatif dan cenderung naik selama MBG. Terbukti saat momen libur sekolah, harganya alami koreksi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mengubah pola permintaan ayam di Samarinda. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda melihat peningkatan kebutuhan ayam seiring berjalannya program tersebut.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarindaroro Syamsuddin Hamade mengatakan, pola pergerakan harga ayam tahun ini mulai berbeda dibanding periode sebelumnya. Jika sebelumnya pergerakan harga relatif mengikuti pola tertentu, kini permintaan dari program MBG menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong harga.

“Kalau sekarang ini polanya karena ada MBG. Karena kemarin pas mau momen libur sekolah sempat turun, pas masuk sekolah naik lagi,” kata Syamsuddin. Menurutnya, ketika sekolah memasuki masa libur, aktivitas MBG ikut berkurang sehingga permintaan ayam menurun. Kondisi tersebut sempat membuat harga ayam terkoreksi.

Namun, ketika kegiatan kembali berjalan, permintaan kembali meningkat. Kondisi itu membuat harga ayam kembali mengalami tekanan kenaikan. Syamsuddin menyebut kondisi tersebut berbeda dengan pola sebelumnya yang relatif lebih mudah diperkirakan berdasarkan momentum tertentu, seperti hari besar keagamaan.

“Dari dulu itu polanya kita tahu ya kapan naik kapan turun. Nah, kalau sekarang ini polanya karena ada MBG cenderung naik,” ujarnya. Selain faktor permintaan, pasokan ayam Samarinda juga masih bergantung dari luar daerah. Varia Niaga selama ini mendapatkan pasokan ayam dari Jawa dan Sulawesi.

Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menjaga harga, Varia Niaga melakukan pemesanan berdasarkan kondisi harga di daerah asal. Ketika harga di daerah pemasok turun, perusahaan meningkatkan pemesanan. “Kalau dia harga turun di Jawa atau Sulawesi, kalau kami order banyak, penuhin stok supaya kita bisa penetrasi harga di sini,” jelasnya.

Sebaliknya, ketika harga di daerah asal sedang tinggi, pembelian tidak dilakukan dalam jumlah besar. Strategi tersebut menjadi salah satu cara perusahaan menjalankan fungsi stabilisasi harga pangan di Samarinda. (*)

Editor : Ismet Rifani
Perumda Varia Niaga Samarinda program mbg Syamsuddin Hamade