BALIKPAPAN – Puluhan siswa kelas VI SDIT Istiqamah Balikpapan tidak sekadar belajar teori di ruang kelas. Mereka ditantang mengubah persoalan di sekitar menjadi gagasan, merancang solusi, membuat produk, hingga mempertanggungjawabkan hasilnya di hadapan juri melalui Istiqamah Student’s Creative Projects (ISCP) berbasis STEM.
Pengalaman tersebut dihadirkan melalui Istiqamah Student’s Creative Projects (ISCP), program pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Kepala SDIT Istiqamah YPAITB, Febri Susilowati, S.Pd.Gr mengatakan, presentasi karya ISCP tahun pelajaran 2026/2027 berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026, di Auditorium Mecca SIT Istiqamah Balikpapan. Beragam proyek hasil pengembangan siswa dipresentasikan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menekankan kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan komunikasi.
“Yang menjadi pembeda, siswa tidak sekadar dituntut menghasilkan sebuah produk. Mereka harus memahami persoalan yang menjadi latar belakang proyek, menentukan tujuan, menyusun rancangan, membuat produk, melakukan pengujian, menganalisis hasil, hingga menjelaskan kesimpulan dari karya yang dikembangkan,” ucapnya.
Melalui ISCP, siswa diperkenalkan pada proses belajar yang lebih dekat dengan situasi nyata. Mereka diajak terlebih dahulu menemukan permasalahan atau kebutuhan di lingkungan sekitar, kemudian mencari alternatif solusi dan menerjemahkannya menjadi sebuah karya.
Pendekatan STEM digunakan untuk mengintegrasikan sejumlah bidang ilmu dalam satu proses.
Konsep sains digunakan untuk memahami fenomena dan persoalan. Teknologi dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian masalah. Prinsip engineering diterapkan ketika siswa merancang dan membuat produk, sedangkan matematika digunakan dalam proses pengukuran, perhitungan, analisis, hingga pengolahan data.
Dengan pola tersebut, proses belajar tidak hanya menghasilkan benda atau prototipe. Siswa juga dituntut memahami alasan di balik setiap keputusan yang mereka ambil selama mengerjakan proyek.
Kemampuan tersebut kemudian diuji melalui sesi presentasi. Di hadapan juri, siswa harus menjelaskan gagasan secara sistematis, menjawab pertanyaan, mempertahankan argumentasi, sekaligus menerima masukan terhadap karya yang telah mereka kembangkan.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih nyata, ISCP tahun ini menghadirkan Tri Lestari, S.Pd. dan Dimas Saputra, S.Pd. sebagai juri. Keduanya dikenal sebagai pemenang lomba Krenova Kota Balikpapan.
Kehadiran mereka memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh tanggapan dan evaluasi langsung terhadap ide maupun karya yang dipresentasikan.
Tri Lestari mengapresiasi langkah sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal inovasi sejak usia dini.
“Kegiatan ini luar biasa karena mampu memunculkan ide-ide inovasi sejak dini. Anak-anak diberikan kesempatan untuk berinovasi, dan inovasi yang mereka kembangkan bukan sekadar inovasi, tetapi berbasis STEM. Mudah-mudahan ISCP terus berlanjut dan berkembang di SDIT Istiqamah,” ungkap Tri.
Senada, Dimas Saputra menilai kreativitas dan kemampuan berinovasi siswa terlihat selama proses presentasi.
“Kegiatan ini sangat keren. Terlihat sekali keterampilan, kreativitas, dan inovasi anak-anak. Harapannya, ISCP dapat terus diselenggarakan karena melalui kegiatan seperti ini anak-anak dapat terus mengasah keterampilan mereka,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari orang tua siswa. Andi Muhammad Yusri Ramli, orang tua dari Andi Muhammad Gali Khairi Yusri, menilai kekuatan ISCP justru terlihat dari proses panjang yang dijalani anak.
Menurutnya, siswa tidak hanya datang membawa produk jadi. Mereka mengalami sendiri tahapan menyusun ide, membuat dan merangkai komponen, mempraktikkan hasilnya, kemudian menjelaskan karya tersebut di depan orang lain.
“Program ini sangat baik dan perlu terus dikembangkan serta ditingkatkan agar anak-anak semakin inovatif dan kreatif. Saya melihat bagaimana anak-anak menyusun, membuat, merangkai, mempraktikkan, kemudian mempresentasikan hasil karya mereka dengan penuh percaya diri,” tuturnya.
Ia berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga memberikan pengalaman belajar yang semakin luas bagi siswa.
“Semoga program seperti ini terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga anak-anak kita menjadi lebih produktif serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.
ISCP pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang produk yang dihasilkan siswa. Lebih jauh, program tersebut menjadi ruang untuk melatih pola pikir dan karakter belajar yang dibutuhkan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Siswa dibiasakan untuk mengidentifikasi masalah, mencari informasi, menyusun gagasan, mencoba solusi, menghadapi kemungkinan kegagalan, melakukan perbaikan, dan mengevaluasi hasil.
Proses tersebut juga melatih kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menyampaikan gagasan.
Pembelajaran berbasis proyek membuat konsep yang dipelajari di kelas tidak berhenti sebagai teori. Siswa melihat bagaimana pengetahuan sains, teknologi, engineering, dan matematika dapat digunakan untuk memahami persoalan dan menghasilkan solusi.
Melalui ISCP, SDIT Istiqamah Balikpapan berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual. Program ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kebiasaan belajar, berkarya, menguji ide, dan mencari solusi sejak jenjang sekolah dasar.
Ke depan, ISCP diharapkan terus berkembang menjadi wadah lahirnya gagasan dan karya inovatif siswa, sekaligus membangun keberanian mereka untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Bagi orang tua yang ingin menghadirkan pengalaman belajar aktif, kreatif, dan bermakna bagi putra-putrinya, SPMB SDIT Istiqamah Balikpapan Tahun Pelajaran 2027/2028 Gelombang 1 telah dibuka.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kanal resmi SPMB SDIT Istiqamah Balikpapan di daftaristiqamah.id. (*)
Editor : Ismet Rifani