KALTIMPOST.ID, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyabet peringkat pertama Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) 2026 dalam ajang The 12th Indonesia EBTKE Conex di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Pabrikan ini menjadi satu-satunya entitas industri otomotif nasional yang berhasil membawa pulang predikat juara pada kategori Manajemen Energi Industri subkategori Inovasi Khusus.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi kepada Direktur Corporate Function PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi. Capaian ini diraih lewat terobosan teknis bertajuk Smart Skid Cooling yang dirancang mandiri oleh tim rekayasa ADM.
Inovasi tersebut sukses menyingkirkan 138 judul proposal program dari lintas sektor industri nasional yang bersaing ketat pada ajang tahunan Kementerian ESDM. Sistem ini membidik pemborosan daya pada tahapan pendinginan dudukan kerangka kendaraan yang selama ini memakan beban energi cukup masif.
"Penghargaan ini merupakan bentuk penilaian ketat pemerintah terhadap entitas industri yang konsisten menjalankan konservasi energi secara terukur," tutur Dirjen EBTKE Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi.
Baca Juga: Epson Rilis Proyektor 4K EH-LS970B, Bawa Pengalaman Bioskop Layar Lebar ke Ruang Keluarga
Eniya menegaskan bahwa sektor manufaktur dituntut membuktikan komitmen dekarbonisasi melalui angka audit teknis yang nyata di lantai pabrik, bukan sekadar kalkulasi di atas kertas.
Pangkas Suhu Ekstrem Dudukan Rangka
Teknologi Smart Skid Cooling bekerja dengan mengintegrasikan sistem pendingin, ventilasi cyclone, serta kendali otomasi terpadu. Terobosan ini secara drastis menurunkan temperatur skid atau dudukan kerangka mobil dari posisi 102 derajat Celsius langsung anjlok ke angka 38 derajat Celsius.
"Inovasi Smart Skid Cooling ini kami kembangkan secara mandiri di pabrik perakitan. Sistem bekerja presisi menurunkan suhu skid dari 102 derajat Celsius menjadi 38 derajat Celsius secara otomatis mengikuti kebutuhan aktual lini produksi," beber Direktur Corporate Function PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi.
Baca Juga: UU Reforma Agraria Disahkan, Petani, Buruh, dan Masyarakat Adat Jadi Prioritas Aset Tanah
Selain memangkas intensitas energi, teknologi tersebut meredam paparan radiasi panas berlebih di area lini perakitan kendaraan. Berkurangnya beban panas ruang kerja berdampak langsung pada kestabilan proses manufaktur sekaligus kenyamanan kerja para teknisi lapangan.
"Kami terus mengarahkan proses manufaktur menuju operasional rendah karbon. Efisiensi energi bukan sekadar jargon, melainkan langkah nyata menekan beban panas kerja dan memangkas pemborosan listrik di setiap lini," pungkas Rokky.
Baca Juga: Perbaikan Pipa Bocor, Aliran Gas di Bontang Baru Dipadamkan Sementara Hari Ini
Pencapaian ADM ini menjadi preseden penting bagi lanskap manufaktur otomotif nasional yang tengah menghadapi tuntutan dekarbonisasi dan efisiensi konsumsi energi terbarukan.
Editor : Agus Prayitno