Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daftar Nama, Peran dan Jabatan yang Diamankan KPK dalam OTT Gubernur Riau Abdul Wahid

Uways Alqadrie • Rabu, 5 November 2025 | 09:36 WIB

Gubernur Riau Abdul Wahid
Gubernur Riau Abdul Wahid
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sepuluh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau, Senin, 4 November 2025. Salah satu yang diamankan adalah Gubernur Riau Abdul Wahid.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan seluruh pihak yang tertangkap tengah diperiksa intensif di Gedung Merah Putih, Jakarta. “Pemeriksaan masih berlangsung terhadap sepuluh orang yang diamankan,” ujarnya, Selasa malam, 4 November 2025.

Selain sang gubernur, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau. 

Di antara mereka terdapat Kepala Dinas Arief Setiawan, Sekretaris Dinas Ferry Yunanda, serta staf ahli gubernur Dani M. Nursalam.

Turut pula diamankan Tata Maulana, orang kepercayaan Abdul Wahid yang disebut berperan sebagai penghubung dalam pengumpulan dana. 

Dari tangan para terperiksa, penyidik menyita uang dalam berbagai mata uang — rupiah, dolar Amerika Serikat, dan poundsterling — dengan nilai total sekitar Rp1,6 miliar.

Menurut Budi, uang tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemerasan atau jatah preman yang dikaitkan dengan pengelolaan anggaran di Dinas PUPR. 

“Ada pola permintaan sekian persen dari anggaran yang berjalan, yang disebut-sebut sebagai japrem untuk kepala daerah,” katanya.

KPK telah menggelar ekspose untuk menentukan siapa saja yang akan dijerat sebagai tersangka. “Penetapan tersangka dan konstruksi perkara akan kami sampaikan besok dalam konferensi pers,” ujar Budi.

Daftar 10 Orang yang Ditangkap KPK:

1. Abdul Wahid – Gubernur Riau.

Diduga sebagai penerima aliran dana terkait praktik pemerasan dan pengaturan proyek di Dinas PUPR-PKPP.

2. Muhammad Arief Setiawan – Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.

Diduga berperan mengoordinasikan proyek serta menjadi penghubung antara pihak dinas dan gubernur.

3. Ferry Yunanda – Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Riau.

Terlibat dalam proses administrasi anggaran yang disebut menjadi sumber aliran dana.

4. Dani M Nursalam – Tenaga Ahli Gubernur Riau.

Semula tidak tertangkap dalam operasi awal, namun menyerahkan diri ke KPK pada malam hari.

5. Tata Maulana – Pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Abdul Wahid.

Diduga menjadi perantara penyerahan uang kepada gubernur.

6. Zulkifli – Pejabat pelaksana teknis kegiatan di Dinas PUPR-PKPP.

Terlibat dalam pelaksanaan proyek yang diduga menjadi sumber setoran.

7. Rizal Fahmi – Bendahara di salah satu bidang Dinas PUPR-PKPP.

Diduga mengetahui perputaran dana dan pengelolaan anggaran internal.

8. Rudi Hartono – Kepala bidang di Dinas PUPR-PKPP.

Berperan dalam penentuan paket proyek dan diduga mengetahui praktik penarikan dana.

9. Andi Saputra – Staf administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Diamankan karena diduga membantu proses penyerahan uang tunai kepada perantara.

10. Siti Marlina – Asisten pribadi Gubernur Riau.

Diduga berperan menyiapkan komunikasi dan logistik penyerahan uang.

Editor : Uways Alqadrie
#Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Gubernur Abdul Wahid #kpk #pemprov riau #riau #Abdul Wahid #ott kpk hari ini