Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bangun Rel Kereta Api Tenggarong-Bandara APT Pranoto Sepanjang 52 Kilometer

Rikip Agustani • Rabu, 27 Maret 2024 | 15:45 WIB
BAHAS KERETA API: Yuki Subekti (pegang mik) memaparkan hasil kajian penyelenggaraan perkeretaapian di hadapan ketua dan anggota Komisi III DPRD Kaltim di Balikpapan.
BAHAS KERETA API: Yuki Subekti (pegang mik) memaparkan hasil kajian penyelenggaraan perkeretaapian di hadapan ketua dan anggota Komisi III DPRD Kaltim di Balikpapan.

Kembali digarapnya proyek sepur Tenggarong-Samarinda tak sekadar menambah moda transportasi, tetapi juga membuka asa bagi putra-putri Kaltim yang telah menyelesaikan pendidikan beasiswa perkeretapian di Rusia.

BALIKPAPAN-Kajian studi kelayakan penyelenggaraan perkeretaapian di Kaltim dilanjutkan lagi tahun ini. Paket pekerjaan pengadaan jasa konsultasi nonkonstruksi itu masuk APBD Kaltim 2024. Lintas pelayanan yang akan dikaji adalah Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) sepanjang 52,6 kilometer.

Sekretaris Dishub Kaltim Yuki Subekti menuturkan, kembali dilanjutkannya kajian itu untuk merealisasikan pengembangan jalur kereta api Trans Kalimantan di Kaltim. Juga sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 43 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Dasar lainnya, masterplan Jalur Kereta Api Pulau Kalimantan Tahun 2012. Menurutnya, alasan dikajinya rute Tenggarong–APT Pranoto karena merupakan lintasan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan perkotaan yang merupakan kewenangan Pemprov Kaltim. Serta termasuk dalam rencana satu kesatuan jaringan perkeretaapian Trans Kalimantan.

“Kajian perkeretaapian tetap ada karena secara nasional, Kaltim masuk rensta (rencana strategis) nasional. Bahkan pada renstra perhubungan tahun sebelumnya, sudah ditargetkan di tahun 2030 sudah terbangun. Dan jangka panjangnya, kereta api di Kaltim adalah IKN (Ibu Kota Nusantara). Jadi kalau sudah ada kereta api di IKN, itu yang akan men-trigger atau menjadi pemicu kereta api yang ada di Kaltim,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi III DPRD Kaltim dengan Dishub Kaltim di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (26/3).

Mengenai panjang rute, dia menyebut, angka itu didapat setelah menyusuri jalan raya eksisting. Apabila ditarik garis lurus dari Tenggarong ke Bandara APT Pranoto, maka jaraknya adalah 30 kilometer. Namun, kondisi jalan saat ini belum cukup memadai bagi pengendara kendaraan pribadi, penumpang angkutan umum, maupun bus antarkota antarprovinsi. Dengan masih banyaknya jalan yang rusak, berlubang dan sangat rawan terjadinya kecelakaan, perkeretaapian disebutnya merupakan solusi transportasi publik dan menjadi tulang punggung dalam upaya mengatasi permasalahan aksesibilitas.

Serta menjadi solusi permasalahan kemacetan lalu lintas dan angkutan jalan dalam sistem transportasi darat, terutama di perkotaan. “Kami sudah menyusun rencana induk ini. Kami pilah secara prioritas. Yang utama ada menyusun trase dari Tenggarong ke APT Pranoto. Menyambung juga di Kota Samarinda. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan,” sambung Yuki. Menurutnya, dari kegiatan perencanaan, yang menjadi perhatian adalah identifikasi masalah, perencanaan umum, kelayakan, dan survei pendahuluan.

Termasuk pra-studi kelayakan sebagai kajian awal yang memuat analisis mengenai tataran transportasi wilayah, potensi wilayah beserta pola pergerakan barang dan orang, kesesuaian tata ruang dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Serta kondisi teknis wilayah terkait keberadaan lokasi rencana trase kereta api. Hal lainnya adalah kondisi sosial ekonomi terkait keterisoliasian wilayah/daerah dan beberapa analisis lain yang dianggap relevan. Dia menerangkan, pada 2023, Dishub Kaltim telah melaksanakan studi Penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian Kaltim yang dikerjakan PT Atlas International Indah asal Bandung. Progresnya telah selesai 100 persen. Kemudian pada 2024, Dishub Kaltim kembali melanjutkan kegiatan belanja kajian studi kelayakan sebesar Rp 833,91 juta.

Hingga Selasa (26/3) malam, 16 peserta lelang telah mendaftar. Di forum yang sama, anggota DPRD Kaltim dapil Kukar Sarkowi V Zahry mengungkapkan, studi penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian Kaltim merupakan momentum untuk mendorong kembali program perkeretaapian di Kaltim yang dapat disinkronisasikan dengan IKN. “Sehingga nanti dari Kubar bisa pakai kereta ke IKN. Jadi, kalau memang sudah ada studinya, tolong kami diberi informasi. Karena saya merasa ini momentumnya. Kalau ingin mendorong. Jangan sampai ingin mendorong program kita, tapi ternyata enggak lolos dalam PSN (Program Strategis Nasional),” katanya. 

Baba, anggota DPRD Kaltim dapil Balikpapan juga menyarankan agar Dishub Kaltim tidak terlalu banyak membuat kegiatan kajian studi maupun sosialisasi sebelum memastikan proyek tersebut dapat direalisasikan atau tidak. “Jangan sampai kita banyak membuat studi atau sosialisasi, akhirnya zonk juga. Lebih baik kita memastikan apakah itu bisa dilaksanakan kereta api di Kaltim atau tidak. Kalau kita banyak membiayai studi atau kajian tapi akhirnya zonk, nanti jadi mubazir,” sarannya. Anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda, Romadhony Putra Pratama menambahkan, apabila program perkeretaapian Kaltim bisa dilanjutkan, dia berharap putra-putri Kaltim yang sudah menempuh pendidikan perkeretaapian di Rusia dilibatkan.

“Jadi yang dipekerjakan adalah putra-putri yang sudah kita sekolahkan di Rusia. Jangan sampai nanti BUMN lagi yang memperkerjakan orang dari Jawa, Sumatra. Bahkan tenaga asing dari China. Kasihan mereka sudah di sekolahkan, berilah mereka penghargaan. Setidaknya untuk membangun Kaltim,” ungkapnya. (riz/k16)

Editor : Romdani.