Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prancis-Tiongkok Dukung Upaya ICC Tangkap Netanyahu, Biden Malah Membela

Muhammad Rizki • Rabu, 22 Mei 2024 | 09:00 WIB

 

Benjamin Netanyahu.
Benjamin Netanyahu.

PARIS – Prancis mendukung upaya Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu. Dilansir dari CNN, dukungan kepada ICC itu merupakan upaya Prancis dalam melawan impunitas.

’’Mengenai Israel, dewan praperadilan akan memutuskan apakah akan mengeluarkan surat perintah ini, setelah memeriksa bukti yang diajukan oleh jaksa untuk mendukung tuduhannya. Prancis mendukung Mahkamah Pidana Internasional, independensinya, dan perjuangan melawan impunitas dalam segala situasi,’’ ujar Kementerian Luar Negeri Prancis, Selasa (21/5).

Pemerintah Prancis menyebut telah memperingatkan Israel selama berbulan-bulan terhadap kepatuhan pada hukum kemanusiaan internasional. Korban yang berjatuhan di Gaza, Palestina, dan kesengajaan menghambat akses bantuan kemanusiaan merupakan hal yang tidak dapat diterima.

Dukungan Prancis terhadap penangkapan Netanyahu menjadi sebuah perpecahan di antara Prancis terhadap negara sekutunya. Selain Prancis, Belgia juga menyatakan dukungannya. Menteri Luar Negeri Belgia Hadja Lahbib mengungkapkan dukungan itu melalui platform X. ’’Kejahatan yang dilakukan di Gaza harus dituntut pada tingkat tertinggi, terlepas dari pelakunya,’’ tegasnya.

Tiongkok pun demikian. Mereka berharap ICC akan menjunjung tinggi posisi objektif atas surat perintah penangkapan tersebut. ’’Diharapkan ICC akan mempertahankan posisinya yang objektif dan tidak memihak serta menjalankan kekuasaannya sesuai dengan hukum,’’ kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin sambil menyerukan diakhirinya hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.

Terpisah dan sesuai dugaan, Netanyahu mengutuk langkah ICC yang memerintahkan penangkapan terhadap dirinya. Dia justru menyebut perintah ICC itu sebagai aib dan serangan terhadap militer Israel dan seluruh entitas negara Zionis tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan bahwa permintaan surat perintah penangkapan oleh Kepala Jaksa ICC Karim Khan terhadap dirinya adalah tidak masuk akal dan merupakan sebuah upaya untuk menyangkal hak dasar Israel untuk membela diri.

’’Ini seperti menciptakan kesetaraan moral setelah peristiwa serangan teroris 11 September antara Presiden Bush dan Osama bin Laden. Atau selama Perang Dunia II antara Franklin D. Roosevelt dan Hitler. Sungguh sebuah ejekan keadilan! Sungguh memalukan!’’ ujarnya.

Netanyahu ngotot dan meyakini upaya ICC akan sia-sia. Dia juga bersumpah untuk terus melanjutkan perang Israel melawan Hamas. ’’Kepada semua musuh Israel, termasuk kaki tangan mereka di Den Haag, saya memperbarui janji itu hari ini. Israel akan mengobarkan perang melawan Hamas sampai perang itu kami menangkan,’’ tegasnya.

Terpisah, Presiden AS Joe Biden tetap membela sekutunya, Netanyahu. Dia justru menyebut apa yang dilakukan Israel bukanlah genosida. Menurutnya, tak ada kesetaraan antara Israel dan Hamas. ’’Apa yang terjadi bukanlah genosida. Kami menolak hal itu. Apa pun dampak dari surat perintah ini, tidak ada kesetaraan antara Israel dan Hamas,’’ katanya. (dee/c17/bay)

Editor : Muhammad Rizki
#benjamin netanyahu