KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Perusahaan kereta api asal Tiongkok, China Railway China TieSiJu Civil Engineering (CTCE) melirik pembangunan jaringan kereta modern di Kaltim.
Perusahaan yang menanamkan modalnya dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung ini, akan berkolaborasi dengan produsen kendaraan niaga listrik, Jianghuai Automobile Group (JAC) Motors Electrics, yang juga berminat membangun fasilitas pembuatan kendaraan listrik tercanggih di Kaltim.
Pertemuan dengan calon investor dari Negeri Tirai Bambu ini dilaksanakan di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Senin (27/5) pekan lalu.
Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana yang memimpin pertemuan dengan China Railway CTCE dan JAC Motors Electrics di Ruang APT Pranoto menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan Pemprov Kaltim.
Baca juga: Bangun Rel Kereta Api Tenggarong-Bandara APT Pranoto Sepanjang 52 Kilometer
Sebelumnya, kedua pihak menandatangani pernyataan kehendak tentang pembentukan kerja sama pada Desember 2023 lalu di Jakarta.
“Kami harapkan kalau seandainya memang ada keseriusan dari pihak China (Tiongkok) untuk mengembangkan infrastruktur, baik perkeretaapian maupun rencana mau mengadakan mobil listrik di Kaltim,” katanya sebagaimana dikutip dari akun DPTPMSP Kaltim, Rabu (29/5) lalu.
Sonia, Perwakilan China Railway CTCE dan JAC Motors Electrics menyampaikan kedatangannya kali ini untuk melakukan pertemuan membahas investasi dalam bidang infrastruktur di Kaltim.
Menurutnya, China Railway CTCE sebagai perusahaan konstruksi perkeretaapian dan infrastruktur transportasi telah menyatakan niatnya berinvestasi secara signifikan dalam pengembangan sistem perkeretaapian modern di Kaltim.
Kemudian proyek perkeretaapian yang diusulkan, bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar kabupaten/kota di Kaltim.
“Lalu menyederhanakan distribusi logistik, serta mendorong pergerakan barang dan manusia yang efisien. Sehingga meningkatkan pembangunan ekonomi dan integrasi regional,” kata Sonia.
Sedangkan JAC Motors Electrics, sebagai produsen otomotif terkemuka yang terkenal dengan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga telah mengumumkan rencananya mendirikan fasilitas manufaktur tercanggih di Kaltim.
Fasilitas ini, akan fokus pada produksi kendaraan listrik lainnya yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia. Melalui investasi strategis tersebut, JAC Motors Electrics tidak hanya menunjukkan komitmen untuk mendukung transisi Indonesia. Namun juga menuju solusi transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kami menegaskan dedikasi dalam melokalisasi produksi dan mendorong transfer teknologi dalam negeri,” terang dia.
Sonia juga menyampaikan kolaborasi antara China Railway CTCE dan JAC Motors Electrics menandakan upaya bersama mengintegrasikan infrastruktur kereta api dan kendaraan listrik. Serta menawarkan solusi transportasi holistik untuk Kaltim.
Dengan menggabungkan keahlian kedua perusahaan, investasi bersama tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan transportasi di kawasan Kaltim secara komperehensif. Juga menyedikan pilihan mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan tahan masa depan.
“Semoga melalui pertemuan ini, kita bisa membangun kerjasama yang lebih baik lagi,. Antara perusahaan yang ada di Provinsi Anhui dengan Kaltim,” harapnya.
Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri pula Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PT MBTK (Maloy Batuta Trans Kalimantan) Ade Himawan. Dia menyebut induk perusahaannya Perumda PT Melati Bhakti Satya (MBS) telah diminta oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, untuk mengembangkan bisnis produksi kendaraan listrik.
“PT MBS berminat untuk berkomunikasi lebih lanjut terkait dengan penyediaan mobil listrik. Karena PT MBS saat ini diminta mengolah kajian untuk menyuplai mobil listrik di lungkungan Pemprov Kaltim,” ucap Ade. (kip)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko