SEPAKU- Dalam rangkaian kunjungannya ke IKN untuk melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama investasi yang keenam, Selasa (4/6), Presiden Joko Widodo tidak sama sekali menyinggung alasan mundurnya Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe yang dilantiknya pada 10 Maret 2022. Dalam sambutannya sebelum peletakan batu pertama pembangunan Astra Biz Center dan Nusantara Botanical Garden di IKN kemarin, Jokowi kembali menyinggung pentingnya investasi pada pembangunan IKN sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur. Seperti jalan tol dan bandara untuk mendukung aksesibilitas ke IKN. "Investasi di IKN ini adalah membeli masa depan. Sehingga jangan membayangkan sekarang. Karena jalan tol dari Balikpapan ke IKN belum jadi. Jadi harus memutar untuk sampai ke IKN. Dengan adanya tol IKN waktu tempuh bisa dipangkas 30 sampai 40 menit ke IKN. Lalu Bandara Nusantara, bukan (bandara) VVIP. Tidak. Tapi untuk siapa pun. Hanya 15 menit dari titik ini,” katanya. Dia juga menyebut, apabila aksesibilitas ke IKN sudah menjadi mudah, maka harga tanah di IKN akan semakin melonjak.
Dia mencontohkan harga tanah saat ini di IKN berkisar Rp 400 ribu sampai Rp 800 ribu per meternya. Sementara di Balikpapan, harga tanah per meternya sudah mencapai Rp 15 juta. Di Jakarta, ucap dia, jauh lebih mahal lagi. Mencapai Rp 100 juta sampai Rp 200 juta per meternya. “Tapi harga itu saya sampaikan sekarang. Besok bisa berubah. Tergantung nanti pak kepala otorita. Kalau yang minta banyak, demand-nya gede, pasti harganya otomatis naik. Jadi kalau mau investasi, sekali lagi sekarang,” katanya.
Baca juga: Buka Program Doktor Internasional, Universitas Gunadarma jadi Kampus Pertama yang Dibangun di IKN
Presiden juga menceritakan sempat menerima kunjungan Mohamed Ali Rashed Alabbar, Founder and Managing Director Emaar Properties, properti multinasional yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dia mengarahkan konglomerat properti tersebut untuk mengunjungi dan melihat peluang investasi di Indonesia. Seperti Nusa Dua (Bali), Mandalika (NTB), dan Labuan Bajo (NTT). Dan tak lupa mengunjungi IKN. Setelah itu baru bertemu dengannya di Jakarta. “Apa yang beliau sampaikan kepada saya? Presiden Jokowi, tidak ada tempat yang paling baik. Paling indah dikelilingi perbukitan, seindah Nusantara. Saya sudah investasi di banyak negara. Ini adalah tempat yang terbaik,” katanya menirukan ucapan Mohamed Ali Rashed Alabbar.
Namun, presiden menegaskan dirinya tidak terbuai dengan pujian yang disampaikan konglomerat asal Dubai tersebut. “Saya sampaikan tidak suka pujian. Yang saya inginkan adalah investasi. Dia langsung komitmen. Tapi saya enggak sebutkan angkanya, karena dia belum sign. Saya enggak mau ngomong kalau belum tandatangan. Gede banget. Dan akan kita tandatangani di bulan Juli di Abu Dhabi atau Dubai. Nantinya sekali lagi setelah itu harga tanahnya akan berubah,” klaim Jokowi. (riz)
Baca juga: Bambang Susantono Mundur dari Kepala Otorita IKN, Sebelum Ini Wakilnya Juga Mundur
Editor : Muhammad Rizki