Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Spanyol vs Kroasia: Duel Kaki Kaca vs Kaki Emas

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 15 Juni 2024 | 15:36 WIB

 

Pedri akan duel kreativitas dengan Luka Modric. (Foto: The Standar)
Pedri akan duel kreativitas dengan Luka Modric. (Foto: The Standar)

KALTIMPOST.ID, BERLIN–Kapten tim nasional Kroasia, Luka Modric, akan merayakan ulang tahunnya yang ke-39 pada 9 September mendatang. Sekitar dua bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 25 November, gelandang tim nasional Spanyol, Pedri, akan berusia 22 tahun. Meski usia mereka terpaut 17 tahun, ketahanan fisik Modric terhadap cedera jauh lebih baik dibandingkan Pedri.

 

Menurut Transfermarkt, Pedri telah absen selama total 435 hari akibat berbagai cedera yang dialaminya. Memang, Modric menghabiskan waktu yang lebih lama di ruang perawatan, yaitu 515 hari sepanjang kariernya. Namun, perbedaan usia mereka yang 17 tahun harus diperhatikan. Ketika Modric menjalani debut profesionalnya bersama Dinamo Zagreb pada musim 2003–2004, Pedri bahkan belum genap satu tahun.

 

Kondisi fisik Modric juga tetap prima dalam tiga tahun terakhir, di mana ia tidak pernah absen lebih dari 10 hari akibat cedera. Terakhir kali ia absen lebih dari itu adalah pada Agustus 2021 selama 21 hari karena cedera aduktor. Sebaliknya, dalam kurun waktu yang sama, Pedri telah menghabiskan 504 hari di ruang perawatan karena cederanya yang sering kambuh.

 

Perbandingan ini semakin memperkuat keraguan mengenai kemampuan Pedri untuk meraih kesuksesan seperti para pendahulunya di tim nasional Spanyol, seperti Xavi atau Andres Iniesta. Masih menjadi tanda tanya besar apakah ia dapat memiliki karier sepanjang dan sesukses Modric.

 

Menariknya, kedua pemain ini akan bertemu pada pertandingan pembuka grup B Euro malam ini (disiarkan langsung pukul 00.00 WITA). Pedri memiliki kesempatan untuk kembali mengalahkan Modric di ajang internasional, seperti yang terjadi pada Euro 2020 ketika Spanyol mengalahkan Kroasia di babak 16 besar dengan skor 5-3 melalui babak tambahan.

 

’’Sangat penting untuk memenangkan pertandingan pertama (sebagai landasan untuk menjadi juara). Tetapi, kami juga sering melihat tim menjadi juara meski kalah pada pertandingan pertama mereka,’’ ujar Pedri dalam wawancara dengan beIN Sports.

 

Meski Modric pernah kalah dari Pedri dalam satu-satunya pertemuan mereka di level internasional, Modric tetap yakin bahwa tim Kroasia lebih stabil. Bagaimanapun, tim Vatreni adalah runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2022.

 

’’Saya berharap ini (Euro 2024) bukan turnamen besar terakhirnya (Modric) karena kondisi fisiknya luar biasa,’’ kata bek Kroasia Josko Gvardiol dalam wawancara dengan situs resmi UEFA. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#euro 2024 #Euro 2024 Jerman