Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Ke-45 itu diduga ditembak oleh sniper profesionional. Tembakan tersebut mengenai telinga kanan Donald Trump.
Bermula saat Donald Trump berpidato di atas panggung. Tiba-tiba kandidat Presiden dari partai Republik itu meringis memegang telinganya seiring dengan suara tembakan beruntun.
Menurut NBC, ada darah di sisi kepala Trump. Usai penembakan, Trump sempat mengepalkan tinjunya sembari meneriakkan "fight" saat agen Secret Service (Dinas Keamanan) AS membawanya ke kendaraan terdekat.
Secret Service mengonfirmasi dalam sebuah posting di X bahwa Trump 'aman' dan tim kampanyenya mengatakan dia baik-baik saja dan sedang diperiksa di fasilitas medis setempat.
Saksi di lokasi kejadian menceritakan detik-detik penembakan kepada Trump tersebut. Menurutnya, Calon Presiden Amerika Serikat itu menoleh tepat pada waktunya saat tembakan dilepaskan.
Karena itu, luka yang dialami Trump tak begitu fatal dan menyasar bagian telinga.
Saksi mengatakan, Trump menoleh untuk melihat salah satu grafik tepat pada waktunya dan jika dia tidak melakukannya, dia yakin peluru itu akan mengenai kepalanya.
Editor : Almasrifah