Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Samarinda Tawarkan Solusi Air Bersih untuk Balikpapan, AH: Krisi Air Tidak Bisa Menunggu Lama

Denny Saputra • Jumat, 2 Agustus 2024 | 07:41 WIB

Andi Harun (FOTO: DOK/KP)
Andi Harun (FOTO: DOK/KP)
KALTIMPOST.ID, Masalah layanan air bersih masih menjadi salah satu masalah yang belum tuntas di Samarinda. 

Di tengah kondisi 23 persen warga Kota Tepian yang kesulitan mengakses air bersih, Wali Kota Samarinda Andi Harun menawarkan untuk kerjasama penjualan air curah dari Perumdam Tirta Kencana Samarinda kepada pemkot Balikpapan melalui Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). 

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Balikpapan Water Forum di Balikpapan, Rabu (31/7).

Dikonfirmasi hal ini, Andi Harun menyampaikan saat ini pihaknya terus mengejar 23 persen warga Samarinda yang belum menikmati air bersih.  

“Jadi kalau dibangun IPA sekaligus kapasitasnya bisa ditinggikan, bisa menyelesaikan 23 persen kekurangan kebutuhan air bersih. Ini sekaligus bisa berjualan air,” ucapnya, dikonfirmasi, Kamis (1/8).

Sebagaimana diketahui, Pemkot Samarinda maupun perumdam Tirta Kencana tengah pembangunan IPA Sempaja dan rencana pembangunan IPA Bendang 2, untuk mengatasi masalah air di Samarinda Utara dan sekitarnya. Termasuk peremajaan beberapa pipa distribusi. 

Dia menyebut bahwa pihaknya telah melakukan studi pendahuluan, untuk rencana mengalirkan air dari sungai Mahakam ke Balikpapan. Misalnya membangun IPA Baru sangat di Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir maupun di kecamatan Palaran menuju Balikpapan. 

“Kerja sama dulu, nanti dihitung, kemudian disimulasi. Menurut kami itu alternatif paling visible jangka pendek,” sebutnya.

Dia menjelaskan bahwa layanan air bersih itu adalah hak asasi, sementara perumdam memiliki dua fungsi, yakni sebagai public services atau institusi pelayanan publik, namun di sisi lain juga merupakan entitas bisnis. 

Jadi keduanya bisa tercapai sekaligus, tentu menjadi model bagi kerjasama antar daerah. “Apalagi sekarang jamannya kolaborasi, tidak lagi gengsi masing-masing daerah. Harus beradaptasi dengan perkembangan peradaban. Gengsi tidak ada faedahnya, mending kerja sama,” jelasnya.

Dia menawarkan jika Balikpapan mau bekerja sama, pihaknya akan menyiapkan Perumdam Tirta Kencana agar menindaklanjuti. Jika dalam waktu dekat dapat disepakati, maka mungkin akhir tahun ini bisa memulai konstruksinya. 

“Secara hitungan untuk membangun IPA diperlukan waktu sekitar delapan bulan, sedangkan untuk jaringan perpipaan bisa dikerjakan paralel,” ucapnya.

Bahwa memang opsi lain untuk mengatasi krisis air di Balikpapan adalah penyulingan air laut atau desalinasi, namun teknologi ini memerlukan investasi yang besar, mencapai triliunan. 

Di dunia, salah satu negara yang menggunakan metode ini adalah Arab Saudi, sedangkan di Asia Tenggara, salah satunya Singapura. “Sangat berat jika tidak didukung swasta atau APBN. Dan untuk saat ini (air dari Sungai Mahakam) yang paling tepat, mungkin lewat kerja sama ini. Karena krisis air tidak bisa menunggu lama,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#air bersih #samarinda #balikpapan