Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cari Penyebab Kematian, Jasad Perempuan yang Ditemukan di Poros Tenggarong-Samarinda Diautopsi

Uways Alqadrie • Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:55 WIB
DISELIDIKI. Lokasi penemuan jasad korban saat dievakuasi polisi. (FOTO: RIFQI/KP)
DISELIDIKI. Lokasi penemuan jasad korban saat dievakuasi polisi. (FOTO: RIFQI/KP)

KALTIMPOST.ID, Keseriusan polisi mengungkap kasus penemuan jasad perempuan berinisial Nu di jalan poros Tenggarong-Samarinda tak perlu diragukan. Untuk memastikan penyebab kematian, polisi sudah melakukan upaya autopsi kepada jasad korban.

 

Dikonfirmasi hal tersebut, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Raymond Juliano William membenarkannya. Setelah melalui sejumlah prosedur, pihaknya akhirnya membawa jasad korban dari RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda.

 

"Sudah di bawa ke RSUD AW Sjahranie siang tadi," ujarnya.

 Baca Juga: Antisipasi DBD di Tanjung Laut Indah, Warga Lakukan Kerja Bakti

Hanya saja, pihaknya tak sekadar menunggu petunjuk dari hasil autopsi, melainkan juga berupaya mengumpulkan informasi dari sumber lain di lapangan.

 

"Mohon doanya agar segera terungkap," tambahnya.

 

Terkait penyebab pasti kematian korban, baru akan diketahui setelah hasil autopsi keluar. Menurutnya, pihaknya masih informasi tersebut.

Diwartakan sebelumnya, Jasad Nu ditemukan Tepatnya di RT 3, Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Tak jauh dari bahu jalan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepolisan, informasi penemuan jasad perempuan tersebut pertama kali diterima sekitar pukul 16.30 Wita. 

 

Seorang pengguna jalan yang hendak buang air kecil di bibir jalan, melihat sebuah benda yang belakangan diketahui adalah mayat perempuan.

 

Selanjutnya kapolsek menjelaskan bahwa tim gabungan dari Polres Kukar yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Jodi Rahman bersama Polsek Tenggarong Seberang terus melakukan pengembangan informasi.

 Baca Juga: Tolong PKL Jangan Berjualan di Fasum Pasar Klandasan

Nu diketahui tinggal di Samarinda. Ia memiliki dua orang anak yang tinggal bersamanya. "Sejak keluar dari rumah dan tidak pulang, sempat dicari-cari juga oleh keluarganya," tambah kapolsek.

 

Saat ditemukan, di kantong celananya ditemukan kunci mobil korban. Saat dilakukan pengecekan, mobil korban tersebut ternyata berada di rumah korban. Sedangkan korban meninggalkan rumah dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy miliknya.

 

Di dekat lokasi penemuan jenasah, maupun di rumah korban tidak ditemukan sepeda motor milik korban tersebut. "Belum bisa dipastikan ada dugaan kekerasan atau bagaimana. Karena hasil visum menyatakan tidak ada tanda kekeasan secara spesifik," imbuhnya.

 Baca Juga: Tuntas! Bayan Open 400 2024 Berakhir Luar Biasa, Tahun Depan Bakal Dimasukkan ke Agenda Resmi PBSI

Upaya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun visum jasad korban juga sudah dilakukan. Termasuk melakukan identifikasi penyebab kematian. Terkait darah yang keluar dari mulut korban, tidak menutup kemungkinan akibat pembuluh darah yang pecah.

 

Polisi kini juga bekerjasama dengan pihah Polresta Samarinda bahkan Polda Kaltim untuk melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. "Belum bisa disimpulkan apa-apa. Petugas masih mengumpulkan informasi di lapangan," tutupnya.

 

Sebelumnya diketahui, ciri-ciri jasad perempuan tersebut yaitu menggunakan baju kaus berwarna pink bertuliskan Hermes. Dengan celana panjang berwarna biru. Untuk usianya kira-kira antara 30 hingga 40 tahun.

 Baca Juga: Bantah Sering Bertukar Pesan lewat WhatsApp dengan Anies Baswedan, Ahok: Ketemu Cuma 3 Kali

Ciri-Ciri lain yaitu, korban memiliki rambut berwarna hitam, panjang. Polisi saat ini terus mencari tau identitas mayat yang tidak ditemukan tanda identitas yang melekat pada tubuhnya itu. 

 

Disinggung adanya darah yang keluar dari mulut korban, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil visum. 

Editor : Uways Alqadrie
#pembunuhan #kutai kartanegara