VoePass, maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut menyatakan, seluruh penumpang yang terdiri dari 57 orang dan 4 kru kabin tewas.
"Perusahaan dengan menyesal mengumumkan bahwa seluruh 61 orang di dalam Pesawat 2283 meninggal di tempat kejadian," kata Voepass dalam sebuah pernyataan.
Menurut laporan GloboNews, asap keluar dari badan pesawat. Jaringan televisi Brasil itu juga menunjukkan rekaman luas area yang terbakar.
Selain itu, GloboNews juga menunjukkan rekaman saat pesawat tersebut tampak menukik ke bawah secara vertikal, berputar-putar sebelum akhirnya jatuh.
Sedianya, penerbangan tersebut dijadwalkan menempuh perjalanan sekitar 724 kilometer dengan perkiraan waktu hampir dua jam dari Cascavel, Brasil, menuju Bandara Guarulhos di kota Sao Paulo.
Voepass mengumumkan bahwa Penerbangan 2283 jatuh di kota Vinhedo, Brasil, tidak jauh dari tujuannya di São Paulo.
Pejabat di Vinhedo mengatakan pesawat itu jatuh di halaman sebuah rumah, namun tidak mengenai satu pun pemukiman, dan tidak ada seorang pun di darat yang terluka, kata para pejabat.
“Serangannya sangat dekat dengan sebuah tempat tinggal, bahkan ada orang di dalamnya,” kata Osmir Aparecido Cruz, pejabat tinggi keamanan Vinhedo.
Sedangkan menurut pihak berwenang, pesawat mendarat di kawasan permukiman, tetapi tidak ada seorang pun di warga setempat yang terluka.
Semua korban tewas adalah mereka yang berada di dalam pesawat.
Mereka mengatakan hanya satu rumah di kompleks kondominium setempat yang rusak, sementara tidak ada penghuni yang terluka. (*)
Editor : Almasrifah