KALTIMPOST.ID, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 di kawasan Sepaku, Ibu Kota Nusantara (IKN), tahun ini tampak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Suasana meriah dan ramai terasa di seluruh penjuru Sepaku, dengan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang ikut meramaikan perayaan.
Arif Fajar Ramadhani (25), seorang pemuda Sepaku, menggambarkan suasana perayaan kemerdekaan kali ini sebagai "sangat meriah".
"Apalagi orang-orang luar yang berasal dari pulau Jawa pada datang kesini semua," ujarnya saat ditemui di cafe MJ kawasan Sepaku.
Arif menjelaskan bahwa sebelum ditetapkan sebagai lokasi IKN, Sepaku adalah daerah yang kurang dikenal.
"Dulu, sebelum ada IKN, kawasan Sepaku banyak yang tidak mengenal bahkan jarang mengetahui. Setelah ada IKN, masyarakat Kalimantan maupun dari luar sekalipun sudah mengenal Sepaku," tambahnya.
Perbedaan signifikan terlihat dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Menurut Arif, "Kalo tahun lalu itu Sepaku sepi sekali, karena hanya orang lokal saja yang merayakan kemerdekaan."
Ia menambahkan bahwa sebelumnya, perayaan hanya berupa lomba-lomba dan upacara di lapangan atau halaman Kecamatan dan Desa.
Kehadiran IKN telah mengubah wajah Sepaku, tidak hanya dalam konteks pembangunan, tetapi juga dalam perayaan nasional seperti HUT RI. "Kemerdekaan 2023 dan sekarang yang membedakan hanya keramaian saja. Soalnya, kami warga lokal ini jarang merasakan ramai seperti sekarang," ungkap Arif.
Perayaan HUT RI ke-79 di Sepaku juga dihadiri oleh pejabat-pejabat penting, termasuk Presiden, yang semakin menambah kemeriahan suasana.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pembangunan IKN telah membawa perubahan signifikan bagi Sepaku, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam aspek sosial dan budaya.
Meski perubahan ini disambut positif, namun tetap menjadi pengalaman baru bagi warga lokal yang belum terbiasa dengan keramaian seperti ini. Perayaan HUT RI ke-79 di Sepaku menjadi bukti nyata bagaimana pembangunan IKN telah membawa dampak luas, bahkan dalam cara masyarakat merayakan momen-momen penting nasional. (*)
Editor : Dwi Puspitarini