Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pasangan AYL-AZA Resmi Lolos: Kebangkitan Jalur Independen di Pilkada Kutai Kartanegara 2024

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Minggu, 18 Agustus 2024 | 19:00 WIB
LOLOS: Komisioner KPU Kukar menyerahkan berita acara rapat pleno terbuka terkait verifikasi faktual kedua dan rekapitulasi akhir hasil verifikasi persyaratan dukungan minimal bacalon perseorangan.
LOLOS: Komisioner KPU Kukar menyerahkan berita acara rapat pleno terbuka terkait verifikasi faktual kedua dan rekapitulasi akhir hasil verifikasi persyaratan dukungan minimal bacalon perseorangan.

 

KALTIMPOST.ID, Di sebuah aula megah yang terletak di jantung Tenggarong, ketegangan mencapai puncaknya. Ratusan pasang mata tertuju pada deretan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara yang berdiri di depan ruangan.

Suara gesekan kertas dan derak kursi sesekali memecah keheningan, tetapi fokus tetap tertuju pada satu hal—pengumuman penting yang akan segera disampaikan.

Minggu sore itu, 18 Agustus 2024, menjadi momen bersejarah bagi Awang Yacoub Luthman dan Ahmad Jaiz, pasangan yang sejak awal memilih jalur independen untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Mereka, yang lebih dikenal dengan sebutan AYL-AZA, bukanlah pasangan biasa. Di balik setiap langkah mereka, tersimpan kisah panjang penuh tantangan, kelelahan, dan pengorbanan yang tak terhitung.

Rapat pleno terbuka yang diadakan di Hotel Grand Elty Singgasana itu terasa seperti titik kulminasi dari perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 2019.

Dengan sabar dan tekun, mereka mengumpulkan dukungan dari pelosok-pelosok desa hingga sudut-sudut kota. Tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan di hati masyarakat yang mereka temui satu per satu. Kini, semua kerja keras itu berada di ujung hasil.

Rudi Gunawan, Ketua KPU Kukar, dengan didampingi oleh komisioner lainnya—Muhammad Rahman, Wiwin, Muchammad Amin, dan Purnomo—berdiri tegak di depan ruangan.

Suara lantangnya memecah keheningan saat ia mulai membacakan hasil rekapitulasi verifikasi faktual (Verfak) kedua, yang telah menyaring dukungan dari seluruh penjuru Kutai Kartanegara.

Sesaat, waktu seakan berhenti ketika Rudi mengumumkan bahwa pasangan AYL-AZA telah resmi memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Muhammad Rahman, yang memegang peran kunci dalam verifikasi teknis, melanjutkan dengan menjelaskan hasil rekapitulasi.

Dari Verfak pertama, AYL-AZA berhasil mendapatkan 27.305 dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat (MS), meski tak sedikit pula, yakni 14.005 dukungan, yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Proses ini berlanjut ke Verfak kedua, di mana mereka memperoleh tambahan 14.161 dukungan MS dan 3.574 dukungan TMS. Secara keseluruhan, mereka berhasil mengantongi 41.466 dukungan sah yang tersebar di 20 kecamatan, jauh melampaui syarat minimal 40.730 dukungan dengan sebaran di 11 kecamatan.

Penjelasan Rahman bukan hanya angka di atas kertas; itu adalah hasil dari kerja keras ribuan orang yang telah berdedikasi penuh untuk pasangan ini.

Dukungan yang dikumpulkan bukanlah sekadar tanda tangan di atas formulir, tetapi cerminan kepercayaan dan harapan masyarakat Kukar terhadap kepemimpinan baru yang dibawa AYL-AZA.

Dukungan itu berasal dari berbagai lapisan masyarakat, dari petani di pedalaman hingga pedagang di pasar-pasar kota, semua bersatu di balik pasangan ini.

Namun, bagi Awang Yacoub Luthman, momen ini membawa perasaan yang lebih dalam dari sekadar kemenangan administratif. Saat ia berdiri di depan media dan para pendukungnya, air mata haru mengalir di pipinya.

"Saya sangat terharu dan bersyukur," katanya, suaranya bergetar penuh emosi. Ia mengenang perjalanan panjang yang telah dilaluinya, sebuah jalan yang tak pernah mudah.

"Separuh hidup berpolitik, saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Hanya kepada Allah SWT saya bersyukur."

Kilas balik ke tahun 2019, ketika keinginan untuk maju sebagai calon kepala daerah pertama kali tumbuh di benaknya, ia tahu bahwa jalan yang akan dilaluinya penuh tantangan.

Namun, ia tak pernah mundur. Didampingi Ahmad Jaiz dan tim yang solid, mereka memulai perjalanan ini dengan satu tujuan—menawarkan kepemimpinan yang berbeda, yang benar-benar berasal dari rakyat.

Kini, di depan para pendukungnya yang setia, Awang menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. "Proses ini adalah titik kulminasi dari perjalanan panjang, hasil dari kerja keras semua pihak yang mendukung sejak 2019. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya," ucapnya dengan penuh keyakinan.

Ia tahu, jalan di depan masih panjang dan penuh rintangan, tetapi dengan semangat dan tekad yang telah mereka tunjukkan, ia percaya bahwa mereka akan mampu mewujudkan visi mereka untuk Kutai Kartanegara.

Sore itu, di Hotel Grand Elty Singgasana, tidak hanya menandai pencapaian besar bagi AYL-AZA, tetapi juga simbol dari kebangkitan politik jalur independen di Kutai Kartanegara.

Di tengah hiruk-pikuk politik yang sering kali didominasi oleh partai-partai besar, pasangan ini membuktikan bahwa suara rakyat, ketika bersatu, dapat membawa perubahan nyata.

Sebuah perjalanan panjang telah dilalui, tetapi babak baru penuh tantangan dan harapan baru saja dimulai. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Komisioner KPU Kukar #tenggarong #pasangan jalur independen #pilkada kukar 2024