KALTIMPOST.ID, Empat hari setelah memastikan diri untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim), bakal pasangan calon (bapaslon) gubernur dan wakil gubernur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, menggelar rapat bersama partai pendukung serta masyarakat.
Agenda bertajuk "Rapat Umum Suara Rakyat" ini berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Minggu 18 Agustus 2024.
Dalam rapat umum tersebut, Isran Noor mengungkapkan bahwa dengan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Demokrat, dia dan pasangannya, Hadi Mulyadi, akan mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada 28 Agustus mendatang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.
"Kami (Isran-Hadi) bersama PDIP dan Demokrat sangat tepat untuk kemenangan rakyat Kaltim," ujar Isran saat berpidato di mimbar rapat umum itu.
Isran juga menekankan bahwa PDIP akan menjadi penjaga gawang untuk memastikan Pilgub Kaltim berjalan sehat tanpa adanya peserta tunggal atau kolom kosong.
Namun, kekhawatiran muncul di kalangan pendukungnya ketika Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan untuk mendukung pasangan calon yang akan menjadi lawan mereka, Rudy Mas'ud dan Seno Aji.
Meski demikian, Isran tetap optimis dengan dukungan yang diberikan oleh PDIP dan Demokrat.
"Meski PKS, Gerindra, dan PAN tak lagi mendukung, dan meski PPP beralih mendukung lawan kami, saya tenang saja. Masih ada PDIP dan Demokrat," katanya dengan percaya diri.
Isran, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang santai dan suka bergurau, tak lupa melontarkan beberapa candaan.
Setelah ditinggal istrinya meninggal, ia menyebut dirinya kini berstatus "burung jalak," sebuah plesetan dari istilah "janda laki." Candaannya itu disambut tawa oleh para hadirin.
Selain itu, Isran juga menyinggung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi sorotan nasional.
Ia menyebut bahwa Kalimantan Timur awalnya berada di posisi buncit dari tiga kota yang dinilai sebagai calon lokasi ibu kota baru, namun akhirnya terpilih berkat kepiawaian gubernurnya saat itu.
"Siapa itu gubernurnya?" tanya Isran, yang kemudian disambut sorak-sorai pendukungnya. "Saya memuji diri sendiri saja. Soalnya dari tadi enggak ada yang memuji," tambahnya dengan nada bercanda.
Isran juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, pada 19 Agustus ini.
Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanyalah sekadar anjangsana dengan teman lama. "Paling saya tanya kenapa Gerindra enggak mengusung saya ini. Kalau enggak, saya tetap maju. Buat apa ribet-ribet," canda Isran.
Setelah acara tersebut, Isran menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai Gerindra hanya sebatas gurauan dan ia tidak akan secara aktif mencari dukungan dari partai tersebut.
"Hanya diskusi antar teman saja. Dari dulu saya berteman baik dengan beliau (Prabowo). Kalau diberi dukungan, ya Monggo," jelasnya.
Isran juga menyebutkan bahwa tanggal 28 Agustus dipilih untuk mendaftar ke KPU guna memastikan kesiapan tim pemenangan.
Dalam rapat tersebut, Isran dan Hadi juga menegaskan komitmen mereka untuk membawa Kalimantan Timur menuju kemajuan pada periode kedua jika terpilih nanti.
Mereka berjanji untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Kaltim serta melanjutkan program "Kaltim Berdaulat" jilid I yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat selama lima tahun terakhir, termasuk program Beasiswa Kaltim Tuntas yang menjadi salah satu unggulan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini