Selesai proses autopsi, jenazah Amel langsung dibawa mobil jenazah menuju pemakaman umum Kampung Jengan Danum untuk dimakamkan kembali.
Selasa (20/8) pukul 07.30 Wita, makam Amel dibongkar kepolisian dibantu pihak keluarga. Orangtua Amel, Salfinus Mulyono dan Rustina Yutmilda akhirnya menaikkan persetujuan autopsi untuk memastikan penyebab kematian Amel.
Kasat Reskrim Polres Kubar AKP Asriadi mengatakan, mengatakan pembongkaran sudah dilakukan dengan disaksikan kuasa hukum dan keluarga. Proses pembongkaran dan autopsi oleh tim forensik rumah sakit, sejauh ini berjalan lancar.
Asriadi menambahkan dari proses penyelidikan sudah diperiksa beberapa saksi, termasuk kedua orang tua Amelinda.
"Sudah ada delapan orang saksi kami periksa untuk kepentingan penyelidikan. Tinggal menunggu hasil kerja tim dokter forensik. Semoga dalam beberapa hari ini sudah bisa diketahui. Setelah itu baru dapat disimpulkan penyebab kematian Amel," tegasnya.
Seperti diketahui, Amel ditemukan tak bernyawa jatuh 1 km dari rumahnya, Selasa 13/8) setelah menghilang 1 Agustus. Ketika ditemukan celana dan sandal korban terpisah jauh dari jasadnya yang separuh terkubur di dalam lumpur.
Kepala korban terlihat tidak berambut. Padahal sehari-harinya Amel berambut panjang. Ditemukan tanpa kaki kiri kaki kanan terlihat dipenuhi luka-luka.
Editor : Uways Alqadrie