Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemerintah Brasil Memblokir Platform X di Tengah Konflik Hukum dengan Elon Musk

Dwi Puspitarini • Minggu, 1 September 2024 | 14:38 WIB
Warga Brasil tidak dapat mengakses media sosial X setelah diblokir oleh Hakim Mahkamah Agung Brasil, Sabtu (31/8).
Warga Brasil tidak dapat mengakses media sosial X setelah diblokir oleh Hakim Mahkamah Agung Brasil, Sabtu (31/8).

 

KALTIMPOST.ID, Pada Sabtu (31/8), media sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mulai tidak dapat diakses di seluruh Brasil setelah perintah blokir yang dikeluarkan oleh Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes.

Perintah tersebut merupakan puncak dari konflik yang telah berlangsung beberapa bulan antara de Moraes dan pemilik X, Elon Musk, terkait kebijakan apa yang boleh diungkapkan secara online di Brasil.

Keputusan ini diambil setelah Elon Musk menyatakan bahwa X tidak akan lagi mematuhi perintah pengadilan de Moraes untuk menangguhkan akun-akun tertentu.

Menanggapi hal ini, de Moraes mengancam akan menangkap karyawan X, yang kemudian mendorong Musk untuk menarik tim X dari Brasil. Tak lama setelah itu, de Moraes memerintahkan blokir X di seluruh negeri.

Pada Sabtu pagi (31/8/2024), jutaan warga Brasil terbangun dengan mendapati media sosial yang tidak dapat diakses.

Pengguna yang mencoba mengakses aplikasi hanya bisa melihat linimasa yang terhenti sejak Jumat malam, sementara mereka yang mencoba mengakses situs web dihadapkan pada layar kosong, seolah-olah situs tersebut tidak ada.

Meskipun beberapa pengguna yang memiliki penyedia layanan internet tertentu, termasuk Starlink milik SpaceX, masih dapat mengakses X, sebagian besar pengguna di Brasil tidak bisa lagi menggunakan platform tersebut.

Hal ini menandakan bahwa Brasil telah bergabung dengan kelompok kecil negara-negara yang telah mengambil langkah serupa terhadap media sosial ini, sebagian besar adalah rezim otoriter.

Blokir ini menjadi pukulan besar bagi pengguna X di Brasil, mengingat negara tersebut merupakan salah satu yang paling aktif menggunakan internet dengan rata-rata penggunaan harian lebih dari sembilan jam.

Diperkirakan sekitar 40 juta warga Brasil, atau sekitar seperlima dari populasi, mengakses X setidaknya sekali dalam sebulan.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris 2024: Manchester City Tunjukkan Dominasinya dengan Kemenangan, Haaland Bersinar di Pekan Ketiga

Blokir ini adalah respons dari de Moraes terhadap penolakan Musk untuk menunjuk perwakilan hukum X di Brasil.

Hakim de Moraes menuduh X terlibat dalam tindakan obstruksi, organisasi kriminal, dan penghasutan, terutama terkait dengan dukungan terhadap jaringan "milisi digital" yang diduga menyebarkan berita bohong dan ancaman terhadap hakim Mahkamah Agung.

Brasil bukanlah satu-satunya negara yang membatasi akses ke X. Beberapa negara lain juga pernah melakukan hal serupa, seperti China, Iran, Turkmenistan, Korea Utara, dan Myanmar, yang semuanya dikenal dengan pengawasan ketat terhadap kebebasan berbicara di internet.

Di Rusia, X diblokir pada Maret 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina, meskipun banyak pengguna yang masih bisa mengaksesnya melalui layanan VPN.

Dengan tindakan ini, Brasil menjadi sorotan global dalam debat tentang kebebasan berbicara dan pengawasan pemerintah terhadap media sosial.

Keputusan de Moraes telah memicu perdebatan yang luas tentang batasan kebebasan berekspresi di era digital, terutama ketika platform besar seperti X terlibat dalam konflik hukum dengan pemerintah suatu negara. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Starlink milik SpaceX #ukraina #rusia #Platform X tidak dapat diakses di seluruh Brasil #elon musk #Mahkamah Agung Brasil #Alexandre de Moraes