Acara diselenggarakan di Rapat Paripurna di Gedung B, Kantor DPRD Provinsi, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, sekira pukul 10.00 Wita, Senin, 2 September 2024.
Dalam pelantikan tersebut, 55 anggota dewan terpilih diambil sumpah dan janjinya oleh ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Nyoman Gede Wirya.
Dari total 55 anggota DPRD Kaltim, 31 di antaranya merupakan anggota baru. Kemudian, 24 lainnya adalah anggota dewan lama yang terpilih kembali di periode 2024-2029.
Di antara wajah lama, terdapat politisi senior Abdulloh yang merupakan kader Partai Golkar asal Balikpapan.
"Alhamdulillah hari ini saya dilantik, terima kasih kepada masyarakat Kaltim, khususnya Balikpapan yang memberikan kepercayaan kepada saya," ungkap Abdulloh.
Mantan ketua DPRD Balikpapan periode 2019-2024 ini mendapat perolehan suara tertinggi di antara 55 anggota dewan lainnya pada Pileg 2024 lalu.
Abdulloh berhasil mengumpulkan 48.180 suara pada pileg Februari lalu. Tentu saja ini menjadi kesempatan besar bagi Abdulloh untuk duduk di kursi ketua DPRD Kaltim periode 2024-2029.
Namun, saat dikonfirmasi, pria sederhana ini mengaku lebih mengutamakan tanggung jawabnya terhadap masyarakat Kota Minyak.
"Jadi, urusan jabatan itu nomor kesekian. Yang utama itu gimana saya bisa bertanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi warga Balikpapan. Terutama bagi mereka yang sudah memilih saya di Pileg lalu," terangnya.
Untuk urusan jabatan ketua DPRD Kaltim, Abdulloh mengaku menyerahkan sepenuhnya pada keputusan partai.
"Semua saya kembalikan kepada partai. Kalau nanti misalnya tidak diberi tugas sebagai ketua DPRD (Kaltim), saya terima. Apapun keputusan partai, saya ikuti dengan taat," ujarnya.
Hingga saat ini, tokoh yang dikenal tegas ini menyatakan belum mengetahui keputusan partai. Namun demikian, ia mengaku akan menaati apapun titah partai.
"Saya belum tahu keputusan partai gimana. Apapun nanti hasilnya, harus diikuti. Saya atau pun yang lain yang ditunjuk, saya taat pada titah partai," ucapnya.
Profil Abdulloh
Abdulloh merupakan kelahiran Brebes, Jawa Tengah, pada 16 Oktober 1964. Sebelum menjadi wakil rakyat, ia pernah mengajar di SMK Setia Budi Balikpapan.
Ia tercatat sebagai peraih predikat cumlaude kala menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Negeri Malang.
Bergabung dengan Partai Golkar, Abdulloh telah dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan selama 3 periode, yakni pada 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.
Politikus 60 tahun ini juga pernah menjabat Ketua DPRD Kota Balikpapan selama 2 periode 2014-2019 dan 2019-2024.
Ia dilantik menjadi ketua DPRD Balikpapan periode 2019-2024 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 171.2/21/B.PPOD.III/2019 tentang Peresmian Pimpinan DPRD Balikpapan.
Tahun ini, berkat kepiawaian dan kecerdasannya dalam berkiprah di dunia politik, Abdulloh kembali dilantik sebagai anggota DPRD Kaltim 2024-2029.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU pada Pileg 2024 Kaltim, ia tercatat mengumpulkan total 48.180 suara.
Raihan suara tersebut merupakan yang tertinggi dari 55 anggota dewan lainnya. Dengan begitu, kans Abdulloh terbuka lebar untuk menjabat ketua DPRD Kaltim periode 2024-2029.
Harta Kekayaan Abdulloh
Sebagai ketua DPRD Kota Balikpapan, Abdulloh diwajibkan melaporkan harta kekayaan kepada negara melalui Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
"Memang kita wajib melaporkan harta kekayaan ke KPK. Saya enggak punya kekayaan. Sehingga terlalu rumit melaporkan," ungkap Abdulloh usai pelantikan pimpinan DPRD Balikpapan 2019-2024 lalu.
Berdasarkan data LHKPN, harta kekayaan Abdulloh saat menjabat ketua dewan periode sebelumnya senilai Rp 258.670.610. Jumlah tersebut dimilikinya dalam bentuk kas dan setara kas.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil Pileg 2024, komposisi 55 kursi anggota DPRD Kaltim, yaitu Golkar (15), Gerindra (10), PDIP (9), PKB (6), PKS (4), PAN (4), NasDem (3), Demokrat (2), dan PPP (2). (*)
Editor : Almasrifah