Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Netanyahu Minta Maaf di Tengah Aksi Protes Warga Israel yang Semakin Meluas

Almasrifah • Rabu, 4 September 2024 | 10:01 WIB

PROTES: Demo besar-besaran dan mogok massal warga Israel menyerukan gencatan senjata.
PROTES: Demo besar-besaran dan mogok massal warga Israel menyerukan gencatan senjata.
KALTIMPOST.ID, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maaf atas kematian enam sandera di terowongan bawah tanah Rafah, Gaza.

Permintaan maaf itu ia tujukan kepada enam keluarga korban dalam konferensi pers pada Senin (2/9) waktu setempat.

"Saya meminta maaf karena kami tidak berhasil memulangkan mereka dalam keadaan hidup. Kami sudah sangat dekat, tapi kami tidak berhasil," ucap Netanyahu.

Dia mengaku akan terus bekerja lebih keras mencari cara untuk membawa 101 sandera yang tersisa kembali ke Israel.

"Saya bekerja sepanjang waktu, mencari setiap jalan yang mungkin," ujarnya.

Netanyahu meminta maaf setelah warga melakukakan demo besar-besaran memprotes keras atas gagalnya Pemerintahan Israel dalam mencapai kesepakatan dengan Hamas.

Dilansir dari Al Jazeera, ratusan ribu warga Israel turun ke jalan berunjuk rasa meminta pemerintah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, Senin (2/9/2024).

Aksi protes semakin meluas di beberapa kota di Israel. Warga Israel memblokir jalan di Tel Aviv dan berdemonstrasi di luar kantor Netanyahu di Yerusalem Barat.

Serikat buruh utama Israel, Histadrut, juga turut menyerukan aksi mogok massal yang didukung oleh produsen dan pengusaha utama di sektor teknologi tinggi Israel.

Bahkan, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Mereka menuntut Netanyahu menyetujui gencatan senjata dan membawa pulang para tawanan yang tersisa.

Untuk diketahui, sebanyak enam sandera dari pihak Israel dan negara sekutunya ditemukan tewas oleh tentara Zionis di terowongan Rafah, Jalur Gaza, pada Minggu (1/9).

Atas peristiwa tersebut, dilansir dari Al-Jazeera, pejabat senior Hamas Izzat al-Risheq mengatakan bahwa enam sandera tersebut tewas dalam serangan udara Israel.

"Orang-orang ini dan yang lainnya bisa saja pulang ke pelukan keluarga mereka hidup-hidup dalam kesepakatan pertukaran sandera," kata Al-Hayya dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Di samping itu, saat warga Israel melakukan protes keras usai 6 sandera tewas, situasi di Gaza masih memilukan.

Dilansir AFP, Minggu (1/9), Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, setidaknya 40.738 orang tewas selama lebih dari 11 bulan terakhir sejak Israel menyerang Gaza. (*)

Editor : Almasrifah
#demo #Israel #netanyahu #gaza #protes #Netanyahu Minta Maaf