Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin mengingatkan agar masyarakat tetap waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan. "Di Kaltim, belum ada kasus Mpox yang terdeteksi. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan kebersihan secara rutin," ujarnya.
Sebagian besar kasus Mpox di Indonesia ditemukan di Jawa, dengan 87 dari 88 kasus tercatat selama periode 2022-2024. Varian Mpox yang terdeteksi di negara ini adalah clade IIb. Penderita Mpox mayoritas adalah laki-laki, dengan 53 kasus atau 60 persen melibatkan pria dengan orientasi seksual sesama pria dan 62 kasus dengan infeksi HIV.
“Merujuk anjuran dari Kementerian Kesehatan, dalam upaya penanganan Mpox terdapat tiga strategi utama yang diterapkan. Yakni surveilans, terapeutik dan vaksinasi,” sebutnya.
Dengan upaya surveilans ada beberapa yang perlu dilakukan yakni skrining gejala pelaku perjalanan di pintu masuk negara menggunakan SATUSEHAT Health Pass, tes PCR bagi orang dengan gejala (suspek) atau riwayat kontak, pemeriksaan WGS untuk orang yang terkonfirmasi Mpox, pelacakan kontak untuk kasus yang terkonfirmasi.
Kemudian terapeutik dengan terapi simtomatis, pemberian antivirus tecovirimat dan cidofovir, khususnya untuk pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Terakhir vaksinasi Mpox menggunakan MVA-BN (Bavarian Nordic) dengan prioritas pada petugas laboratorium, tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan, dan populasi laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
Protokol kesehatan juga terus disosialisasikan kepada publik. “Menghindari kontak erat dengan kasus konfirmasi atau suspek Mpox, cuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari perilaku seks berisiko dan bergonta-ganti pasangan, menghindari kontak dengan hewan liar serta mengonsumsi daging hewan liar,” papar dr Jaya.
Usaha surveilans yang sudah diberlakukan. Menanggapi kekhawatiran global terkait penyebaran Mpox Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Balikpapan, dr Bangun Cahyo Utomo mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan di pintu masuk negara.
“Pada 3 September lalu BKK memperketat pemeriksaan kesehatan bagi semua pelancong di pelabuhan dan bandara. Sosialisasi dan koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Angkasa Pura, Pelindo, maskapai dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan,” terangnya.
"Di bandara, kami menggunakan thermal scanner dan pengawasan visual untuk kedatangan internasional, serta SSHP (Satu Sehat Health Pass). Untuk kapal dari luar negeri, kami menerapkan Risk-Based Assessment (RBA) untuk menilai risiko kapal berdasarkan negara asalnya. Kapal dari negara terjangkit Mpox akan berada dalam zona merah dan akan diperiksa secara ketat sebelum memasuki Kaltim dan Balikpapan," jelas dr Bangun.
BKK Balikpapan juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai sektor terkait untuk memastikan langkah pengawasan yang efektif dan proses rujukan ke rumah sakit jika ditemukan suspek Mpox.
Editor : Uways Alqadrie