Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fakta Serangan 11 September 2001 yang Memilukan Rakyat Amerika Serikat

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 11 September 2024 | 05:00 WIB
TRAGEDI BESAR: Serangan 11 September 2001 terhadap Menara Kembar World Trade Center di New York Amerika Serikat. (Foto; APF Correspondent)
TRAGEDI BESAR: Serangan 11 September 2001 terhadap Menara Kembar World Trade Center di New York Amerika Serikat. (Foto; APF Correspondent)

KALTIMPOST.ID-Setiap 11 September, publik Amerika Serikat mengenang peristiwa serangan terhadap Menara Kembar New York di mana hampir 3.000 orang tewas dan 6.000 terluka akibat aksi teroris tersebut.

Tanggal 11 September kemudian menjadi hari libur nasional dan diperingati sebagai Hari Patriot, untuk menghormati para korban melalui mengheningkan cipta dan acara peringatan di seluruh negeri.

Seluruh orang di Amerika Serikat akan mengheningkan cipta pada pukul 08.46 waktu setempat pada 11 September.

Waktu tersebut diambil sesuai dengan waktu pesawat pertama menabrak menara utara World Trade Center di New York.

Acara dan upacara peringatan 11 September atau The US 9/11 attacks diadakan di seluruh penjuru negara Amerika Serikat dari tahun ke tahun termasuk 2024 ini.

Berikut beberapa fakta yang dirangkum berbagai sumber media Amerika Serikat tentang peristiwa kelam 23 tahun lalu tersebut.

 Serangan yang Terkoordinasi

TIDAK SELAMAT: Orang-orang yang terjebak di menara World Trade Center setelah pesawat menabrak gedung tersebut. (Foto: Businness Insider/AP)
TIDAK SELAMAT: Orang-orang yang terjebak di menara World Trade Center setelah pesawat menabrak gedung tersebut. (Foto: Businness Insider/AP)

 Jumlah Korban Tewas dan Korban Jiwa

Menara Utara dan Menara Selatan World Trade Center runtuh dalam hitungan jam, menyebabkan kerusakan dahsyat dan Lower Manhatta tertutup abu dan puing-puing. Serangan ini juga mengakibatkan korban berjatuhan dari penumpang pesawat yang dibajak, awak pesawat, petugas tanggap darurat dan warga sipil dengan rincian.

Selain jumlah korban tewas, banyak orang dan penduduk di sekitar World Trade Center menerita penyakit yang berhubungan dengan paparan racun di Ground Zero atau sebutan lokasi Menara World Trade Center.

Siapa Bertanggung Jawab?

Pemerintah Amerika Serikat mengklaim serangan 11 September diatur oleh kelompok ekstremis al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden. Para pembajak dilatih selama berbulan-bulan tentang cara mengemudikan pesawat jet komersial dan menjalankan misi mereka.

Mereka juga diduga mengeksploitasi kelemahan dari sistem keamanan bandara Amerika Serikat, dengan menggunakan pisau dan cutters untuk membajak pesawat.

Dampak Perubahan Keamanan dan Kebijakan 

Serangan 11 September menyebabkan perubahan besar dalam keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Termasuk melakukan Perang Melawan Teror dan peningkatan langkah-langkah antiterorisme.

Amerika Serikat membentuk Department of Homeland Security (DHS) pada 2002 untuk melindungi AS dari terorisme, menyederhanakan intelijen, dan meningkat kesiapsiagaan terhadap bencana.

Pemerintah Amerika juga membuat undang-undang federal yakni USA Patriot Act untuk memperluas kewenangan dalam mengatasi terorisme melalui akses data komunikasi, catatan keuangan dan termasuk intelijen asing.

Amerika Serikat juga membentuk Badan Keamanan Transportasi (TSA) yang menerapkan prosedur pemeriksaan bandara yang ketat, termasuk melarang barang-barang tertentu ke dalam pesawat.

Perburuan Osama bin Laden

Osama bin Laden dituding sebagai dalang serangan 11 September. Ia menjadi sosok paling dicari di dunia setelah serangan tersebut. Setelah hampir satu dekade melalui upaya intelijen dan aksi militer di Timur Tengah, Pasukan Amerika Serikat mengklaim telah menemukan dan membunuh bin Laden dalam sebuah penggerebakan di Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#menara kembar #11 September #serangan 11 september #teroris #amerika serikat #osama bin laden #World Trade Center #11 september 2001