Dengan keindahan alam bawah laut yang masih alami, pulau ini menjadi surga bagi para pecinta olahraga air seperti snorkeling dan diving, juga fotografi bawah air.
Iskandar, warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU, yang menekuni fotografi sejak lama, mengatakan, Objek Wisata Pulau Gusung menawarkan keindahan panorama yang menarik, yang tidak bakal habis untuk diabadikan oleh mata lensa kamera.
“Tidak hanya pemandangan eksotis bawah air, keindahan Kota Balikpapan juga dapat disaksikan dari Objek Wisata Pulau Gusung ini. Objek ini menarik untuk diabadikan jadi foto,” kata Iskandar saat berbagi pengalamannya mengunjungi objek wisata Pulau Gusung kepada Kaltim Post, Minggu (15/9).
Dia mengatakan, pernah beberapa kali mengunjungi objek wisata tersebut sebelum Pulau Gusung menjadi terkenal seperti sekarang.
“Saya sudah mengunjungi Pulau Gusung saat Penajam masih jadi bagian Kabupaten Paser, ya, sekira tahun 1990-an,” katanya.
Pulau ini, adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar dan berada di kawasan Pantai Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam, PPU.
Memiliki 5 gugusan pasir gusung atau timbunan pasir laut yang dikelilingi oleh areal terumbu karang (coral reef), yang 80 persennya adalah merupakan karang hidup yang langka.
Jumlahnya, terdiri dari 56 jenis karang serta 47 jenis ikan, baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Salah satunya juga adalah jenis ikan langka yang dilindungi, yaitu ikan Napoleon.
Berdasarkan data dihimpun media ini, di pulau ini terdapat lima gusung, yaitu Gusung Maniang, Gusung Batu, Gusung Tanjung Tengah, Gusung Karang, dan Gusung Hitam.
Iskandar mengatakan, pada saat ia berkunjung era 1990-an itu Pulau Gusung menjadi objek pencurian pasir lautnya oleh warga yang tidak bertanggung jawab.
Ada sejumlah perahu yang bersandar di Pulau Gusung dengan beberapa orang tampak bebas mengeruk pasir laut untuk dijual sebagai bahan bangunan.
“Nah, apakah peristiwa pencurian ini masih berlanjut hingga sekarang saya tidak tahu. Tetapi, bila melihat objek wisata ini tidak dijaga, saya khawatir pencurian terhadap pasir gusung terus berlanjut. Karena itu, objek wisata ini perlu diawasi,” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk menuju Pulau Gusung, warga dapat menempuhnya dengan menyewa speedboat atau perahu kelotok yang disediakan warga di Pantai Tanjung Jumlai. Durasi perjalanannya tidak memakan waktu terlalu lama.
“Hanya, saat air sedang pasang Pulau Gusung ini bisa tenggelam dan tidak tampak dari permukaan air laut. Biasanya, pengantar yang memang rata-rata nelayan mengetahui kapan air laut pasang dan surut. Kalau pasang, pemilik speedboat atau kelotok yang mengantar biasanya memberitahukan kepada pengunjung,” ujarnya. (*)
Editor : Almasrifah