Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Digitalisasi UMKM di Balikpapan, Buka Peluang Lebih Luas bagi Perempuan dan Disabilitas

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 19 September 2024 | 07:30 WIB

 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma.

 

KALTIMPOST.ID, Dalam upaya meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, perhatian tertuju pula pada peran perempuan dan penyandang disabilitas.

Kedua kelompok ini, meskipun sering terpinggirkan, memiliki potensi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

"Pemberdayaan perempuan dalam UMKM yang termasuk dalam sub sektor ekonomi kreatif bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang memaksimalkan potensi ekonomi kita," ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma.

Pelatihan dalam penggunaan platform digital untuk pemasaran diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Baik menggunakan media sosial dan e-commerce, untuk menjangkau pelanggan.

Menurutnya, penyandang disabilitas juga memiliki peluang yang besar. Dan banyak dari mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam dunia usaha.

Produk-produk yang dihasilkan juga beragam, mulai anyaman mauoun rajuta hingga kemampuan lainnya yang dapat dikembangkan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas dapat menjadi wirausaha yang sukses. Dukungan yang tepat adalah kunci untuk mewujudkan itu," tuturnya.

Baca Juga: Lebih Inklusif, Pelatihan UMKM untuk Perempuan dan Disabilitas Beri Akses Sama Rata

Dengan dukungan yang tepat, perempuan dan penyandang disabilitas diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada dan berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Ratih pun berpesan, kesadaran akan pentingnya inklusi sosial harus terus ditingkatkan, agar semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam dunia usaha.

Maka itu, kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, menjadi penting dalam mendukung keberhasilan usaha perempuan dan penyandang disabilitas.

"Sinergi antara semua pihak dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi UMKM," kata Ratih. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#usaha mikro kecil dan menengah #Digitalisasi UMKM di Balikpapan #peran perempuan #dinas pemuda olahraga dan pariwisata #penyandang disabilitas