Yang pertama ada es cendol kawung, layaknya es cendol tradisional lainnya cendol ini berupa paduan sempurna cendol hijau dari tepung beras, santan, dan sirup aren khas Surabaya yakni kawung. “Spesialnya minuman ini menggunakan sirup aren yang didatangkan langsung dari Surabaya, sebutannya ‘kawung’,” jelas Dedi selaku Captain Fushia Resto Samarinda.
Kawung atau gula aren menjadikan rasa dari minuman ini menjadi lebih beraroma. Paduan sirup dan santan menjadikan rasanya manis dan gurih, ditambah potongan kecil buah nangka di atasnya mempermanis tampilan dan rasanya. Disajikan dengan keadaan dingin es cendol ini sejukkan hari dan berikan rasa bahagia. Untuk segelasnya minuman ini dihargai Rp 27 ribu.
Sementara, untuk es cuplis mempersembahkan pengalaman minum yang berbeda, dengan buah kelapa muda utuh sebagai wadahnya. Bagian atas kelapa dibelah dan diisi es campur yang melimpah dengan isian seperti alpukat, cincau, sagu mutiara, agar-agar, dan nangka.
Sensasi mengeruk daging kelapa muda yang lembut seperti jelly menambah pengalaman seru saat menyantapnya, ditambah isian es campur yang berlimpah, membuatnya tidak hanya menggoda tapi juga puas ketika menyantapnya. Untuk harganya anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu.
Kedua minuman ini selain memanjakan lidah, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan dengan rasa tradisional yang memikat.
Editor : Uways Alqadrie