KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Deklarasi damai pilkada serentak 2024 Kaltim telah berlangsung di BSCC Dome, Selasa (24/9). KPU bersama Polda Kaltim mengundang seluruh pasangan calon (paslon) kepala daerah yang berkontestasi pada 27 November mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, KPU dan Bawaslu kabupaten/kota, hingga tokoh lintas agama. Dalam kesempatan tersebut, Akmal memimpin pembacaan deklarasi damai pilkada tersebut.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya menjaga kondusifitas selama pilkada. Apalagi masa kampanye segera berjalan mulai 25 September. Dia mengapresiasi deklarasi damai yang berjalan di Bumi Etam.
“Alhamdulillah deklarasi damai diikuti seluruh paslon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan wali kota dan wakil walikota di Kaltim,” katanya. Dia berharap, semua tahapan pilkada bisa berjalan lancar.
“Komitmen ini jangan hanya kata-kata saja tetapi memang diterapkan. Saling menjaga kondusif, keharmonisan, kedamaian,” imbuhnya. Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto menyebutkan, pilkada serentak di Kaltim total diikuti 29 paslon.
Baca Juga: Dari Pleno Pengundian Nomor Urut: Isran-Hadi Nomor 1, Rudy-Seno Nomor 2
Deklarasi damai rangkaian kegiatan pilkada di wilayah kaltim. Terlebih ini pilkada serentak se Indonesia. “Tentu menjadi momen penting harus kita jaga pelaksanaan dari awal mulai sampai akhir semua bsa berjalan dengan baik,” bebernya.
Ada pun tahapan pilkada sudah mulai berjalan sejak 26 Agustus. Ada 126 hari yang akan dilalui. Maka dia mengimbau semua harus ikut menjaga kelangsungan pilkada aman lancar di Kaltim.
Baca Juga: KPK Benarkan Penggeledahan Rumah Eks Gubernur Kaltim Awang Faroek, Ini Dugaan Kasusnya
“Ini melibatkan tim pengamanan total ada 21.398 personel. Baik Kepolisian, TNI, dan linmas,” ujarnya. Mereka terbagi pada semua titik-titik kegiatan seluruh personel disebar. Harapannya semua bisa mendukung.
Dia menyebutkan, salah satu daerah rawan di Kaltim seperti Mahakam Ulu. Alasannya kondisi geografis membuat kesulitan distribusi logistik. “Namun dengan teknologi dan evaluasi pemilu sebelumnya kita membuat pola untuk mengatasi masalah,” tutupnya. (gel)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko