Wali Kota Samarinda Andi Harun berkesempatan meninjau sekolah tersebut, dan merencanakan akan merenovasi tahun depan. Saat ini pihaknya telah meminta OPD teknis yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk berkoordinasi dengan konsultan perencana untuk membuat desain lanskap sekolah secara keseluruhan sehingga bisa diketahui kebutuhan anggarannya. “Untuk bangunan kayu akan dibongkar dan bangun ulang,” ungkapnya, Selasa (24/9).
Sedangkan bangunan beton, disebutkannya akan direnovasi. Sehingga secara keseluruhan sekolah, akan ada perubahan fasad. “Kami minta juga ke DPUPR yang dahulu membangun agar mencari desain struktur terdahulu untuk disesuaikan dengan rencana terbaru,” ucapannya.
“Targetnya tahun depan pembangunan dimulai,” sambungnya.
Dari pantauan lapangan, dalam area sekolah tersebut terdampat tiga bangunan utama, masing-masing dua lantai. Dua bangunan, terbuat dari beton, sedangkan satu bangunan lainnya berbahan kayu, dengan jumlah empat kelas, dua di lantai 1 dan dua di lantai atas. Pada bangunan kayu, ketika hujan, selasarnya kerap terendam air karena posisinya lebih rendah dari lapangan maupun bangunan lainnya.(*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post, gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Uways Alqadrie