Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rute Tol Akasia Kubar-Samarinda Sering Terjadi Kecelakaan! Akhirnya Ditutup Perusahaan!!

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 29 September 2024 | 11:50 WIB

DITUTUP: Akses jalan Tol Akasia ditutup oleh PT AAU, disebabkan dalam satu bulan terakhir banyak terjadi kecelakaan. (FOTO: SUNARDI/KP)
DITUTUP: Akses jalan Tol Akasia ditutup oleh PT AAU, disebabkan dalam satu bulan terakhir banyak terjadi kecelakaan. (FOTO: SUNARDI/KP)
KALTIMPOST.ID, Rute 'Tol Akasia yang menjadi primadona baru untuk perjalanan dari Kutai Barat-Samarinda maupuns ebaliknya, sejak Sabtu ( 28/9/2024) ditutup. 

Penutupan akses jalan ini dilakukan oleh PT AAU, menyusul dalam sebulan terakhir banyak kecelakaan. Diakibatkan kelalaian pengguna jalan yang tidak mengindahkan aturan dan tata tertib pengguna jalan di jalur Hauling PT AAU.

PT Akasia Andalan Utama ( AAU) menilai perlu dilakukan penutupan akses jalan hauling dari kendaraan umum,travel, kedinasan dan lain- lain.

Namun penutupan akses ini tidak berlaku bagi masyarakat sekitar yang masuk wilayah binaan, ataupun pihak yang memiliki izin tertulis dari PT AAU.

Jalur hauling PT AAU dalam sebulan terakhir, tercatat beberapa kali insiden yang melibatkan pengguna jalan. Terakhir melibatkan karyawan PT AAU yang mengalami patah tulang akibat insiden menghindar travel. Penutupan akses jalan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan akses jalan hauling PT AAU disayangkan sejumlah pihak, pasalnya melalui jalan alternatif Tol Akasia perjalanan lebih singkat bisa ditempuh dalam waktu 6-7 jam. Rute Tol Akasia jauh lebih singkat hanya berjarak kurang lebih 260 kilometer.

Bandingkan dengan perjalanan melalui ruas jalan nasional Trans Kaltim yang berjarak sepanjang 315 kilometer, dan tak jarang harus ditempuh hingga belasan jam. Akibat badan jalan raya beraspal maupun jalan tanah yang dilalui kendaran banyak yang tidak mulus. Bukan rahasia lagi, kalau kondisi ruas jalan Trans Kaltim menuju Kabupaten Kutai Barat ini tidak sepenuhnya mulus.

Bahkan di beberapa ruas jalan bahkan sampai berlubang dan dibiarkan menganga selama bertahun-tahun.

Bagi yang tidak terbiasa, perjalanan melalui rute tersebut akan terasa sangat melelahkan.Dan akibat jalan rusak, berdampak pada transportasi masyarakat menuju ke kabupaten atau kota lain selain ke Samarinda.

Rute alternatif Tol Akasia layak jadi pilihan untuk menempuh perjalanan keluar Kutai Barat menuju Samarinda dan kota sekitarnya.Pada kesempatan ini Kaltim Post berbagi kisah perjalanan memulai perjalanan dari penyeberangan feri di Kelurahan Melak Ilir Kecamatan Melak. Menggunakan kendaraan roda empat diwajibkan membayar sebesar Rp 25 ribu sekali menyeberang menggunakan feri.

Jika menyeberang mulai pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Wita, tarif feri menjadi Rp 50 ribu.

Dari penyeberangan Melak Ilir, melanjutkan perjalanan melalui jalan yang sudah disemenisasi menuju Kampung Karangan Kecamatan Mook Manar Bulatn, setiba di bundaran tugu Putri Mook Manar Bulatn, Penulis mengambil jalur kanan arah menuju Kampung Gemuruh,lalu melewati Kampung Saka Tada, setiba di tikungan didepan Gereja pengendara berbelok kiri menuju Kampung Muara Jawaq, setelah tiba di pertigaan Penulis kembali berbelok kiri menuju Kampung Abit.

Dari Kampung Abit, perjalanan dilanjutkan ke kilometer 8 PT Fajar Sakti Prima (FSP). Setiba di kilometer 8, Penulis melanjutkan perjalanan mengikuti jalur jalan khusus yang dibuat PT Fajar Sakti Prima. ( Bayan Group ) hingga menyeberang jalan hauling PT FSP tepatnya di kilometer 40 yang ada pos satpam. Satpam yang berjaga membantu mengarahkan saat menyeberang jalan hauling.

Untuk diketahui melalui jalur khusus ini jika tetap mengunakan jalan khusus tersebut, pengguna jalan tiba di Jalan yang menuju Tabang Kutai Kartanegara.

Setelah menyeberang setiba di pertigaan yang berjarak sekitar 100 dari Pos Satpam PT FSP. Berbelok kiri mengikuti jalan perusahaan HTI PT Akasia Andalan Utama ( AAU ) yang masuk wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara.

Kemudian tiba di Pos Satpam PT AAU dan berbelok kanan melanjutkan perjalanan menggunakan jalan perusahaan.

Melalui jalan perusahaan alias tol Akasia ( disebut tol Akasia karena di jalan HTI banyak pohon Akasia ). Harus berkendara dengan hati-hati dan menjaga batas kecepatan, sebab di jalan perusahaan banyak truk logging besar roda 10 yang bertugas mengangkut kayu-kayu gelondongan ukuran mulai diameter 15 sentimeter.

Editor : Uways Alqadrie
#Pemkab Kutai Barat #Jalan provinsi Kutai Barat Samarinda