Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mengapa Militer Lebanon Tidak Menyerang Israel? Ini Penjelasannya

Dwi Puspitarini • Minggu, 29 September 2024 | 13:31 WIB

 

Distrik Dahiya, Beirut yang terkena dampak serangan Israel, sejak Senin (23/9/2024).
Distrik Dahiya, Beirut yang terkena dampak serangan Israel, sejak Senin (23/9/2024).

 

KALTIMPOST.ID, Militer Lebanon masih belum memberikan respons militer meski Israel terus melancarkan serangan sejak Senin (23/9/2024).

Selama lima hari, wilayah Lebanon dibombardir, menyebabkan lebih dari 1.200 warga tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

Namun, keputusan militer Lebanon untuk tidak menyerang balik Israel memiliki beberapa alasan, salah satunya adalah keterkaitan dengan Resolusi PBB dan peran Hizbullah dalam krisis ini.

Menurut Profesor Khalil Helou dari Universitas St Joseph di Beirut, militer Lebanon tidak bisa bertindak sembarangan. Berikut beberapa alasan mengapa hal ini terjadi.

  1. Faktor Kepemimpinan yang Kompleks

Helou menjelaskan, kepemimpinan militer di Lebanon tidak bekerja seperti di negara-negara Barat.

Militer Lebanon tunduk pada instruksi pemerintah. Namun, ada perpecahan internal yang membuat keputusan serangan balasan menjadi lebih rumit.

"Panglima tertinggi militer harus mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil tindakan," ujarnya.

  1. Resolusi PBB Menghambat Aksi Militer

Alasan lainnya adalah Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sejak 2006.

Wilayah selatan Lebanon yang menjadi target serangan Israel seharusnya dilindungi oleh resolusi ini.

Helou menekankan, militer Lebanon harus mematuhi resolusi ini, yang membuat tindakan militer terhadap Israel tidak dapat dilakukan sembarangan.

  1. Keseimbangan Politik di Lebanon

Lebanon terdiri dari komunitas agama yang beragam, dan militer berada di bawah kendali lembaga politik yang anggotanya memiliki pandangan berbeda tentang krisis ini.

"Unit-unit militer yang ditempatkan di selatan lebih fokus bekerja sama dengan pasukan PBB daripada menyerang Israel," kata Helou.

  1. Risiko Perang Saudara

Hizbullah adalah kekuatan politik sah di Lebanon. Jika militer Lebanon memutuskan untuk menghadapi Hizbullah atau Israel secara langsung, ini bisa memicu perang saudara.

"Militer harus mengutamakan stabilitas internal daripada memulai perang yang dapat merusak negara," ungkap Helou.

  1. Keterbatasan Persenjataan

Persenjataan militer Lebanon dianggap tidak memadai jika dibandingkan dengan kekuatan Israel.

Meskipun Hizbullah memiliki persenjataan balistik yang lebih kuat, mereka juga memiliki kelemahan karena tidak memiliki angkatan udara atau resimen tank, yang membuat pertempuran dengan Israel menjadi lebih rumit.

  1. Dukungan Uni Eropa Tidak Cukup

Lebanon sebenarnya mendapat bantuan dari Uni Eropa untuk memperkuat persenjataannya.

Jerman, misalnya, telah membantu memelihara menara keamanan dan pengintai.

Namun, bantuan ini tidak cukup untuk mendorong militer Lebanon bertindak lebih jauh.

  1. Fokus pada Keamanan Dalam Negeri

Selain menghadapi Israel, militer Lebanon juga memiliki tugas besar lainnya, seperti menangani keamanan internal dan mengendalikan arus migran yang masuk ke Eropa.

"Militer Lebanon bekerja keras untuk menjaga keamanan dalam negeri," kata Duta Besar Lebanon untuk Uni Eropa, Fadi Ajali.

  1. Mempertahankan Pengungsi di Lebanon

Lebanon juga memiliki tanggung jawab besar terhadap pengungsi dari Palestina dan Suriah.

Militer Lebanon berperan penting dalam memastikan keamanan para pengungsi ini, yang menambah beban tugas mereka di tengah krisis yang sedang berlangsung.

  1. Hizbullah Memegang Kendali

Hizbullah, dengan kekuatan gerilya dan persenjataan yang signifikan, memainkan peran utama dalam serangan terhadap Israel.

Namun, Helou menjelaskan bahwa Hizbullah mengambil tindakan sepihak, tanpa koordinasi dengan militer Lebanon.

  1. Dilema Militer Lebanon

Pada akhirnya, militer Lebanon berada dalam dilema. Mereka harus memilih antara melawan Israel, yang bisa memicu konflik lebih besar, atau mempertahankan stabilitas dalam negeri.

"Kami tidak dalam posisi untuk menentang Israel secara langsung," kata Helou. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post

Editor : Dwi Puspitarini
#Lebanon Tidak Menyerang Israel #beirut #Israel #lebanon #Distrik Dahiya