PWI Paser dan PAMA Kide Beri Pelatihan Jurnalistik ke Pelajar Dua Kecamatan
Muhammad Najib• Jumat, 4 Oktober 2024 | 17:27 WIB
SINERGITAS PERS: PWI Paser bersama PAMA Kide menggelar pelatihan jurnalistik bertema Diversity, Equity, dan Inclusivity selama dua hari pada Jum
KALTIMPOST.ID, BATU SOPANG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser berkolaborasi dengan PT Pama Persada Nusantara Distrik Kideco (Pama Kide) menggelar Pelatihan Jurnalistik.
Pelatihan ini diberikan kepada 30 pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Batu Sopang dan Kecamatan Muara Samu.
Tema yang diusung PAMA adalah Implementasi Diversity, Equity, Inclution (DEI) serta materi kehumasan.
Sementara dari PWI Paser mengisi materi pengenalan media, jurnalistik dasar, jurnalistik video, dan media sosial.
Kegiatan ini berlangsung dua hari pada Jum'at 4 dan Sabtu 5 Oktober 2024 di Aula Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Pasee. Saat pembukaan, hadir dari pejabat Kecamatan, perwakilan Polsek, Danramil, dan PGRI Batu Sopang.
CSR Section Head PT PAMA KIDE Bayu Handoko menyampaikan berkaitan dengan implementasi DEI, di mana perkembangan sosial kemasyarakatan diperlukan pemahaman dan perlu kesadaran kepada semua lapisan masyarakat.
Dalam program yang akan dilaksanakan, DEI akan diterapkan melalui pelatihan jurnalistik. Hal tersebut berkaitan bahwa DEI bukan hanya masalah etika atau moralitas, tetapi juga masalah bisnis.
"Menurut berbagai penelitian dan studi kasus, menerapkan DEI dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam hal inovasi, produktivitas, dan reputasi perusahaan," kata Bayu, Jum'at (4/10/2024).
Ketua Panitia Tomi Wirahadi Wijaya menyampaikan terima kasih kepada Pama Kide yang telah mendukung pelaksanaan pengabdian insan pers ke masyarakat. Pemahaman masyarakat tentang jurnalistik di era digital ini menurutnya sangat penting.
"Karena era digital sekarang di media sosial sangat cepat informasi tersebar dan berubah-ubah, masyarakat harus memiliki trik dan ilmu buntuk menyaring informasi itu," kata Tomi.
Selain itu, PWI Paser juga berbagi pengalaman dan teknik bagaimana karya jurnalistik dihasilkan. Mulai dari produk berita tulis, video, dan konten digital di media sosial. Para pelajar SMP dan SMA yang tertarik dunia kehumasan, jurnalistik dan media sosial sangat pas hadir dalam pelatihan ini.
Kanit Intel Polsek Batu Sopang IPDA Mardos Sinaga menyampaikan materi tentang bagaimana menangkal hoax dan bijak bermedia sosial.
"Zaman sekarang bukan lagi mulutmu harimau mu, tapi jarimu harimau mu," katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat berhati-hati penipuan di media sosial yang marak terjadi.
Kasi Trantibum Kecamatan Batu Sopang Sulistiyanto zaman dulu sangat susah menjadi jurnalis. Namun era sekarang terbilang mudah karena dibantu teknologi dan internet.
"Kalau dulu harus mengantar berita jauh-jauh berupa fisik dan file hasil tulisan ke kantor, sekarang hanya perlu melalui internet," katanya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pama Kide yang luar biasa perhatiannya buat masyarakat Batu Sopang. Tidak hanya kegiatan ini saja, banyak program yang berjalan mendukung kemajuan UMKM. (*)