KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto memulai masa kepemimpinannya dengan sorotan tajam terhadap masalah korupsi di Indonesia.
Dalam pidato perdananya setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo menegaskan bahwa kebocoran anggaran dan penyimpangan APBN masih menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.
"Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran penyelewengan, korupsi di negara kita," ujar Prabowo di hadapan para anggota Dewan dan tamu undangan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024).
Pidato ini disampaikan hanya beberapa saat setelah ia resmi dilantik sebagai Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Kisah Sukses Bisnis Prabowo Subianto: Mengelola 27 Perusahaan di Indonesia dan Luar Negeri
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan betapa krusialnya upaya pemberantasan korupsi untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
"Hal ini dapat membahayakan masa depan generasi anak dan cucu-cucu kita di Tanah Air," tegas Prabowo.
Seruan ini ditujukan untuk menyadarkan masyarakat dan pejabat negara mengenai betapa mendesaknya persoalan korupsi di Indonesia.
Prabowo tidak hanya menyoroti masalah korupsi, tetapi juga menyinggung adanya kebocoran APBN yang menggerogoti fondasi ekonomi negara.
"Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik dan pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik," tambahnya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Baru dengan Harta Rp 25,5 Miliar: Ini Rinciannya
Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas Prabowo dalam menghadapi permasalahan yang sudah lama membelit bangsa Indonesia.
Prabowo secara khusus mengkritik hubungan kolusif antara pejabat pemerintah dengan para pengusaha nakal yang menghambat upaya reformasi di berbagai sektor.
"Kolusi di antara para pejabat politik dengan pengusaha-pengusaha nakal sangat merugikan negara. Janganlah kita takut untuk melihat realita ini," ujarnya penuh keyakinan.
Acara pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden berlangsung khidmat di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta.
Baca Juga: Prabowo Subianto: Dari Keluarga Ningrat hingga Menjadi Pemimpin Bangsa
Dihadiri oleh banyak tokoh dari dalam dan luar negeri, pelantikan ini menjadi momen bersejarah yang mengukuhkan pasangan nomor urut 2 di Pilpres 2024 tersebut sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 96.214.691 atau 58,59 persen dari total suara sah nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi pentingnya menghadapi korupsi dengan langkah konkret untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Ia menyatakan komitmennya untuk memberantas kebocoran dan penyimpangan dalam sistem anggaran nasional.
"Korupsi bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga moralitas bangsa. Kita harus mulai dari sekarang untuk membersihkan negara dari praktik-praktik korupsi," ucapnya.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Keluarga Prabowo Subianto: Fakta yang Jarang Diketahui
Pidato tegas Prabowo tentang pemberantasan korupsi mendapat perhatian luas, tidak hanya dari kalangan politik di Indonesia, tetapi juga dari tokoh-tokoh internasional yang hadir dalam pelantikan.
Mereka melihat keseriusan Presiden Prabowo dalam memimpin Indonesia menuju era baru yang lebih bersih dari korupsi.
Prabowo mengisyaratkan akan melakukan reformasi mendalam terhadap sistem anggaran dan birokrasi di Indonesia untuk menghindari kebocoran dan kolusi.
Ia berharap langkah ini akan mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Setelah berhasil memenangkan Pilpres 2024 dengan meraih suara signifikan di 38 provinsi, Prabowo-Gibran kini diharapkan membawa perubahan yang signifikan, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi dan perbaikan ekonomi.
Baca Juga: Kuliner Samarinda: ini dia Iga Asam-asam dan Hintalu Karuang yang Menggiurkan
Dukungan terhadap Prabowo tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari banyak kalangan elite politik yang percaya pada visi dan misi Prabowo dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan kuat.
Prabowo menegaskan bahwa untuk memulai perubahan, bangsa ini tidak boleh takut menghadapi realita.
"Janganlah kita ragu untuk menghadapi realita korupsi. Ini saatnya kita berjuang untuk masa depan yang lebih baik," tutup Prabowo. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini