Pria kelahiran 3 Oktober tersebut, merupakan orang dekat Prabowo Subianto. Ia saat ini tercatat sebagai petinggi Partai Gerindra. Di struktur partai, ia menjabat wakil sekretaris Dewan Pembina DPP Gerindra.
Saat Pilpres 2024, Simon juga peran penting dalam kampanye pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pria asal Tomohon, Sulawesi Uatara ini merupakan Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Selain memegang urusan duit paslon Prabowo-Gibran, Simon juga aktif berkampanye langsung di Sulawesi Utara. Ia dan istrinya, Priscilia Waworuntu, menggagas sejumlah agenda kampanye Prabowo-Gibran di sana.
Terlahir di Tomohon, Sulawesi Utara, bukan lah orang baru di industri Tanah Air. Tercatat, Simon pernah menjabat sebagai Personal Assistant CEO hingga Direktur di PT Nusantara Energi.
Nusantara Energi merupakan perusahaan yang fokus di berbagai sektor bisnis. Punya lini bisnis di bidang kehutanan dan pertanian, pertambangan, perikanan komersial, hingga jasa pelayanan profesional.
Sebagai catatan, PT Nusantara Energy sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki Prabowo Subianto, yang membawahi sekitar 27 anak perusahaan lain.
Simon juga pernah menjadi Direktur Keuangan PT Agro Industri Nasional (Agrinas), perusahaan yang menjalankan proyek Food Estate di Kalimantan Tengah.
Agrinas dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP). Melalui pembinaan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), perusahaan menjalankan peran ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air lewat usaha di bidang produksi tanaman pangan, produksi perikanan, bioenergi, konservasi, distribusi pangan dan teknologi produksi pangan.
Kekayaan Simon Aloysius Mantiri banyak didapat dari dunia bisnis. Dimulai dengan pendapatannya sebagai CEO di Nusantara Energy dan petinggi Agro Industri Nasional. Ditambah pendapatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina.
Dilansir dari situs resmi Pertamina, Simon merupakan alumni dari School of Business and Management di Institut Teknologi Bandung. Artinya, latar belakang pendidikan yang ia miliki memang berbasis bisnis, sehingga dirasa tepat menjabat di industri.
Editor : Uways Alqadrie