Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil dan Harta Kekayaan Mochamad Iriawan yang Baru Diangkat Jadi Komisaris Utama Pertamina

Uways Alqadrie • Senin, 4 November 2024 | 12:30 WIB
Mochamad Iriawan (FOTO: IST)
Mochamad Iriawan (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Nama eks Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule diumumkan Kementerian BUMN mengangkat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Pengangkatan itu disahkan dalam RUPS, Senin (4/11/2024).

Nama Iwan Bule dulu sangat dikenal di kalangan penggemar sepak bola di Indonesia karena posisi sebagai ketua umum PSSI. Namun juga punya karir cemerlang di Polri pemerintahan serta parpol. Saat ini ia menjabat sebagai wakil ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, partai yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan Iwan Bule sering terlihat bersama Prabowo, sebelum dilantik sebagai Presiden RI.

Pria kelahiran 31 Maret 1962 ini merupakan Purnawirawan Perwira Tinggi Polri, yang terakhir menjabat sebagai sekretaris utama Lembaga Ketahanan Nasional. Iwan Bule merupakan alumni Akademi Kepolisian pada tahun 1984.

Tercatat Iwan Bule pernah menjabat sebagai kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Kasus terkenal yang pernah ditanganinya yaitu pembunuhan kontroversial Nasrudin Zulkarnaen oleh tersangka Ketua KPK Antasari Azhar, saat beliau masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Besar Polisi tahun 2008.

Pada tanggal 18 Juni 2018, Iriawan dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo menjadi Pejabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) menggantikan Ahmad Heyawan hingga 5 September 2018.

Pada 2 November 2019, Iwan Bule menang pada kongres Luar Biasa PSSI dengan memperoleh suara 82 di hotel Shangri-La Jakarta, sehingga terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Merupakan lulusan Akpol 1984. Sempat menjadi Kapolres Tegal Polda Jateng pada 2001, jejak karier Iwan melesat cukup cepat. Pada 2008 ia diangkat sebagai Dir Reskrimum Polda Metro Jaya. Setahun kemudian dia bertugas sebagai Wadir I/Kamtranas Bareskrim Polri.

Tak lama pada 2010, ia bertugas sebagai Dir Binmas Baharkam Polri. Iwan lantas pindah ke Nusa Tenggara Barat pada 2012 dan menjabat sebagai Kapolda. Pada 2013 Iwan bertugas di Jawa Barat juga sebagai Kapolda.

Berselang tiga tahun, Iwan dipercaya sebagai Kapolda Metro Jaya. Hingga pada 2017 lalu, ia menduduki posisi sebagai Asops Kapolri.

Tak hanya jenjang kariernya yang meningkat, pangkatnya pun demikian. 

Pada 2010 ia berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan tiga tahun kemudian naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi. Hingga pada 18 Mei 2018 lalu, Iwan diangkat sebagai Komisaris Jenderal Polisi.

Selama kariernya di kepolisian, pria 56 tahun ini lebih banyak ditugaskan dalam bidang reserse kriminal. Kasus terkenal yang pernah ia tangani yaitu pembunuhan kontroversial Nasrudin Zulkarnaen oleh tersangka mantan Ketua KPK Antashari Azhar.

Kasus tersebut ditanganinya pada 2008 saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Besar Polisi.

HARTA KEKAYAAN 

Harta kekayaan Iwan Bule bisa dilihat dalam data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di laman resmi e-LHKPN KPK. Berdasarkan data LHKPN miliknya yang dilaporkan pada tahun 2014, mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ini rupanya memiliki kekayaan mencapai Rp 8,19 miliar.

Dari total harta kekayaan tersebut, Iwan Bule tercatat memiliki harta tidak bergerak dalam bentuk tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 7,3 miliar. Selain itu, Iwan juga tercatat memiliki sejumlah alat transportasi dengan nilai mencapai Rp269 juta. 

Adapun jenis alat transportasi miliknya antara lain mobil Toyota Land Cruiser, Toyota Dyna, dan sebuah motor merek Millenium. Tak hanya memiliki aset berupa tanah, bangunan, dan kendaraan, Iwan Bule juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya yakni logam mulia yang didapatkannya dari tahun 1990 hingga 2014 dengan nilai mencapai Rp 237,7 juta. 

Komisaris Pertamina ini juga mempunyai giro dan kas setara kas dengan nilai mencapai Rp 311,4 juta dalam bentuk rupiah serta mata uang asing senilai USD 20.000.

Editor : Uways Alqadrie
#iwan bule #kementerian bumn #erick thohir #pertamina