KALTIMPOST.ID, BBN Airlines Indonesia, maskapai penerbangan yang baru mengudara sejak akhir September 2024, belakangan ini mendapat perhatian besar dari publik.
Maskapai ini awalnya hadir dengan harapan dapat memperkaya pilihan rute penerbangan domestik bagi masyarakat Indonesia.
Namun, baru beberapa minggu beroperasi, BBN Airlines sudah menyesuaikan jadwal penerbangan, bahkan menghentikan rute tertentu, termasuk rute Jakarta-Balikpapan.
Perubahan yang tidak terduga ini mengundang tanda tanya dari banyak calon penumpang dan memunculkan berbagai spekulasi terkait alasan di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Percepatan Digitalisasi Retribusi, Pembayaran Non-Tunai Efisien Dongkrak Pendapatan Daerah
Jadwal Penerbangan yang Diubah dan Penghentian Rute Jakarta-Balikpapan
Melalui situs Tiket.com yang diakses pada Selasa (5/11/2024), tiket BBN Airlines dengan tujuan Jakarta (CGK) ke Denpasar-Bali (DPS) kelas Ekonomi untuk keberangkatan Sabtu, 14 Desember 2024, dijual dengan harga Rp 1.271.922 per orang.
Penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.00 WIB dan tiba di Bali pukul 11.50 WITA, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 50 menit.
Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, tersedia opsi reschedule dan refund penuh yang tentunya memberikan fleksibilitas lebih bagi para calon penumpang.
Namun, di balik penawaran ini, maskapai BBN Airlines telah mengumumkan perubahan pada jadwal penerbangan dua rute utamanya, yakni Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar.
"Untuk dua rute (Denpasar dan Surabaya), kami menggeser jadwalnya. Jadwal baru sudah bisa dilihat di OTA (online travel agent)," kata pihak manajemen BBN Airlines pada Selasa (5/11/2024).
Baca Juga: UU ITE seperti Pisau Bermata Dua; Melindungi Penyebar Informasi atau Menjerat Pembuat Masalah
Perubahan ini menarik perhatian publik, terutama calon penumpang yang sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
BBN Airlines menggeser jadwal penerbangan rute Jakarta-Surabaya pada Selasa (5/11/2024) dari jadwal awal pukul 19.35 WIB menjadi pukul 05.30 WIB dengan harga tiket Rp 1,04 juta.
Manajemen maskapai tidak merinci alasan di balik perubahan jadwal tersebut, yang justru menimbulkan spekulasi di kalangan publik terkait kestabilan operasional maskapai yang baru ini.
Penghentian Sementara Rute Jakarta-Balikpapan karena "Okupansi Rendah"
Selain perubahan jadwal, BBN Airlines juga memutuskan untuk menonaktifkan sementara rute Jakarta-Balikpapan yang sebelumnya dilayani dengan Boeing 737-800.
Keputusan ini, menurut pihak maskapai, diambil karena rendahnya tingkat okupansi atau keterisian penumpang pada rute tersebut.
Head of Marketing BBN Airlines Indonesia, Rosye Risandy, menjelaskan bahwa rute Jakarta-Balikpapan (pp) saat ini sedang dalam tahap peninjauan ulang.
"Kami berkomitmen untuk mengambil langkah yang diperlukan guna mengatasi kesulitan yang terjadi dan meningkatkan layanan kami ke depannya. Saat ini, kami sedang meninjau kembali rute Balikpapan," ujar Rosye.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat BBN Airlines baru meluncurkan rute penerbangan ke Balikpapan pada 30 September 2024.
Hanya dalam waktu sekitar seminggu, maskapai sudah mulai menarik kembali jadwal penerbangannya dari aplikasi penjualan tiket.
Baca Juga: Semangat dan Energi Baru Tim Penggerak PKK, Fokus Wujudkan Keluarga Sejahtera
Setelah munculnya pengumuman perubahan jadwal dan penonaktifan rute, banyak calon penumpang menyampaikan keluhan mereka melalui media sosial resmi BBN Airlines.
Beberapa penumpang merasa resah karena tidak mendapat informasi yang memadai terkait alasan dan kejelasan jadwal penerbangan.
Pada 4 November 2024, maskapai bahkan tidak menunjukkan aktivitas penerbangan di wilayah udara Indonesia, yang membuat penumpang semakin khawatir dan mendesak adanya kompensasi.
Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, turut angkat bicara terkait situasi ini dan menegaskan bahwa BBN Airlines harus bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak penumpang yang terdampak.
“Hak-hak penumpang wajib diprioritaskan, termasuk pengembalian dana 100 persen bagi mereka yang terkena dampak pembatalan,” kata Lukman.
Ia juga mengimbau maskapai agar lebih transparan dalam memberikan informasi terkait perubahan jadwal atau penghentian rute. (*)
Editor : Dwi Puspitarini