Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KFC Indonesia Merugi Rp 557 M, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal, FAST Ungkap Dua Penyebab Utama

Hernawati • Minggu, 10 November 2024 | 07:17 WIB
Ilustrasi KFC restoran siap saji yang terkenal dengan jargonnya "Jagonya Ayam".
Ilustrasi KFC restoran siap saji yang terkenal dengan jargonnya "Jagonya Ayam".

KALTIMPOST.ID, PT Fast Food Indonesia tbk, perusahaan yang menaungi jaringan restoran waralaba KFC Indonesia milik keluarga Galael dan Salim Group alami penurunan penjualan hingga mengalami kerugian besar pada kuartal III tahun 2024.

Total kerugian yang dialami perusahaan dengan kode saham FAST tersebut mencapai Rp 557,08 miliar, seperti yang dilansir laporan keuangan Kuartal III KFC Tahun 2024. Nominal ini lebih parah dibandingkan periode yang sama setahun yang lalu yang kenaikannya mencapai 266,59 persen dari sebelumnya dengan kerugian Rp 152,41 miliar.

Sebab kerugian yang berlipat tersebut, perusahaan makanan cepat saji yang memiliki slogan “Jagonya Ayam” tersebut mau tidak mau harus melakukan efisiensi dengan cara menutup sebagian gerainya

Dalam laporan yang sama disebutkan, per 30 September 2024 perusahaan yang hadir sejak 1979 silam ini kini hanya mengoperasikan 715 gerai di seluruh Indonesia, padahal di Desember 2023 lalu ada 762 gerai beroperasi. Itu artinya sekitar 47 gerai telah ditutup.

Kemudian langkah ini juga berdampak pada jumlah karyawan. KFC harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.274 karyawannya. Akhir 2023 jumlah karyawan masih ada sekitar 15.989, kini tersisa 13.715 karyawan di akhir September 2024.

Lantas apa yang menjadi penyebab kerugian bertubi-tubi yang dialami KFC? Berdasarkan laporan keuangan, FAST menyebut ada dua faktor pemicu.

Pertama, pemulihan usaha dari kondisi Covid-19 yang belum optimal. Daya konsumsi masyarakat belum kembali seperti sebelum pandemi. Lalu yang kedua, krisis Timur Tengah yang memanas membuat KFC menjadi sasaran pemboikotan. Diketahui KFC termasuk salah satu yang berkontribusi mendukung aksi Genosida yang dilakukan Israel pada Palestina.

“Kondisi ini merupakan dampak perpanjangan dan pemulihan grup dari pandemi Covid-19. Di mana penjualan belum mencapai pada tingkat yang diharapkan oleh manajemen. Kemudian situasi memburuk dampak krisis Timur Tengah. Dua masalah ini telah berdampak negatif terhadap hasil grup untuk peride sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024,” tulis manajemen dalam laporan keuangan.

Meskipun begitu, FAST berharap situasi ekonomi dan geopolitik yang memanas segera membaik, sehingga bisnis kembali berjalan optimal.

Editor : Hernawati
#PT Fast Food Indonesia Tbk #Boikot KFC 2024 #KFC Indonesia rugi #kfc indonesia #phk massal