Kaltim Post yang barusan buka situs tersebut pada pukul 17.45, masih belum bisa diakses. Serangan tersebut mulai berlangsung sejak pagi 13 November 2024. Halaman muka situs tersebut tidak lagi menampilkan informasi mengenai lalu lintas, melainkan situs judi online.
Situs tersebut memajang informasi mengenai judi bola, bahkan menyebut sebagai 'Situs Judi Terbaik Asia'. Namun beberapa jam kemudian berhasil dihilangkan. Kini Mabes Polri masih berusaha memperbaiki website NTMC.
NTMC Polri merupakan pusat kendali informasi dan komunikasi yang mengintgrasikan sistem informasi. Situs ini biasanya menampilkan informasi mengenai kondisi lalu lintas terkini.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sedang berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk memastikan dugaan peretasan itu.
"Secara resmi kami sedang berkoordinasi dengan Korlantas maupun Bareskrim untuk memastikan hal tersebut," kata Sandi Nugroho kepada wartawan di Mabes Polri.
Sandi Nugroho meminta kepada publik untuk menunggu pemeriksaan yang sedang dilakukan pihak internal Korlantas dengan Bareskrim. Jika ada update terkini akan kita sampaikan.
Dugaan peretasan website NTMC Polri jadi situs judi online ini terjadi saat kepolisian di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tengah gencar-gencarnya memberantas judi online.
Listyo, dalam rapat kerja di Komisi III DPR, Senin (11/11), mengatakan Polri telah menetapkan 9.096 tersangka kasus judi online selama empat tahun terakhir.
Selama 2020-2024, 9.096 tersangka diamankan. Selain itu, dalam rentang waktu itu polisi juga memblokir 5.991 rekening dan menutup 68.108 situs judi online. Selama triwulan I hingga triwulan III tahun 2024, polisi menemukan ada perputaran uang senilai Rp 283 triliun terkait kasus judi online.
Editor : Uways Alqadrie