Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan tersebut sedang 'naik daun' setelah kembali jadi cibiran publik. Pendakwah kontroversial bikin heboh publik setelah mengolok-olok penjual es teh di hadapan banyak orang. Parahnya, Miftah menyebut pedagang kecil itu "goblok".
"Yang bersangkutan belum lapor," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (4/12).
Sementara untuk Menteri dan Kepala Lembaga setingkat menteri, baru ada 36 di antaranya yang menyampaikan LHKPN. Sebanyak 16 orang lainnya belum.
Kemudian, dari 57 Wakil Menteri dan Wakil Kepala Lembaga setingkat menteri, baru 30 sudah lapor LHKPN. Sedangkan 27 orang lainnya belum lapor.
"Sehingga secara keseluruhan dari total 124 Wajib Lapor dari Kabinet Merah Putih, 72 sudah lapor LHKPN-nya, dan 52 belum lapor. Artinya 58% Kabinet Merah Putih sudah melaporkan LHKPN-nya," jelas Budi.
Karenanya, KPK mengimbau kepada para pejabat negara itu untuk segera menyampaikan laporan harta kekayaannya. Sebab, LHKPN dianggap penting sebagai salah satu langkah awal dalam pencegahan korupsi.
"KPK menyampaikan apresiasi kepada para Wajib Lapor yang sudah patuh menyampaikan LHKPN-nya, dan mengimbau bagi yang belum menyampaikan agar segera melaporkan sampai dengan 3 bulan sejak tanggal pelantikan," ujar Budi.
"KPK terbuka untuk membantu apabila dalam pengisiannya mengalami kendala," tambahnya.
Sebelumnya, Gus Miftah bikin publik tanah air murka karena aksinya mengolok-olok seorang pedagang es teh saat berdakwah di Lapangan Drh. Soepardi, Mungkid, Kabupaten, Magelang, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.
Saat sedang ceramah, Miftah dibuat fokus dengan keberadaan seorang pedagang es teh yang berdiri di tengah-tengah jemaah.
Para jemaah kemudian berteriak dan meminta Gus Miftah memborong dagangan si penjual es teh. Bukannya borong barang dagangan pedagang kecil itu, Miftah malah melontarkan kalimat dan kata-kata yang tidak pantas. Apalagi diucapkan oleh seorang pendakwah sekaligus pejabat negara.
"Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir)," kata Miftah sambil tertawa, seperti di dalam video yang beredar.
Editor : Uways Alqadrie