Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dari Pembatalan Pameran Lukisan Yos Suprapto: Karya Seni Dibungkam, Tanda-Tanda Orde Baru Jilid Dua?

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 20 Desember 2024 | 15:49 WIB
Lukisan Yos Suprapto yang diturunkan dari Galeri Nasional.
Lukisan Yos Suprapto yang diturunkan dari Galeri Nasional.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Pameran tunggal Yos Suprapto yang seharusnya dibuka Kamis (19/12) di Galeri Nasional mendadak batal. Pintu ruang pameran dikunci, dan pengunjung yang sudah hadir dibuat kecewa. Pembatalan ini diduga terkait lima lukisan yang mirip dengan Presiden Jokowi.

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD sebelumnya telah angkat bicara mengenai pembatalan ini. Menurut Mahfud, pameran batal karena Galeri Nasional meminta Yos menurunkan lima dari 30 karyanya, namun Yos menolak. Mahfud menilai alasan penundaan yang diberikan oleh Galeri Nasional sebagai pembatalan praktis.

Yos Suprapto menjelaskan bahwa lima lukisan tersebut masih sesuai dengan tema pameran dan menjadi latar belakang situasi tentang kedaulatan pangan.

Namun, kurator Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, meminta lukisan tersebut diturunkan karena dianggap tidak sejalan dengan tema dan terlalu vulgar tentang praktik kekuasaan.

Pembatalan ini memicu spekulasi tentang era sensor dan pembungkaman terhadap karya seni di bawah rezim Prabowo. Tagar tentang Orde Baru pun kembali naik di media sosial X.

Banyak pengguna yang mempertanyakan apakah ini awal dari pembatasan kebebasan berekspresi di Indonesia. 

"Orde baru jilid 2 here we go," tulis akun OnixSinoux di X.

Penulis sekaligus sosiolog Okky Madasari menambahkan, "Gara-gara 5 lukisan mirip Jokowi ini, pameran tunggal Yos Suprapto yang seharusnya dibuka kemarin (19/12) di Galeri Nasional, batal. Pintu ruang pameran di Galeri Nasional dikunci. Era sensor dan pembungkaman terhadap karya seni di bawah rezim Prabowo resmi dimulai?"

Sementara itu, Yos Suprapto lebih memilih membatalkan pameran dan membawa pulang lukisannya ke Jogjakarta daripada menurunkan karya-karyanya. "Kenapa sekarang suami saya yang jadi tersangka, yang tadinya saksi, sudah dibawa pulang, namun dijemput lagi oleh polisi, lalu tiba-tiba kemarin malah jadi tersangka," ungkap Yuliani, istri Haryono, yang juga terlibat dalam kasus penembakan yang melibatkan Brigadir Anton Kurniawan Setianto.

Situasi ini menambah ketegangan di kalangan seniman dan masyarakat yang khawatir akan masa depan kebebasan berekspresi di Indonesia. Apakah ini tanda-tanda awal dari era baru sensor di bawah pemerintahan Prabowo? Hanya waktu yang akan menjawab.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#pameran lukisan #bredel #Yos Suprapto #orde baru