KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tak tahan dengan kelakuan suami yang keranjingan judi online, LW (26) nekat menyiramkan pertalite ke tubuh Akhiruddin (36). Kejadian berlangsung di rumah pasangan tersebut di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara pada Selasa (17/12/2024) malam.
Aksi di keluarga kecil tersebut terjadi pukul 21.30 Wita, di tengah warga setempat siap-siap menuju pembaringan malam. Suara teriakan di tengah malam, membuat warga sontak mendatangi rumah korban.
Warga setempat terkaget-kaget ketika mendapati LW (26) diduga membakar suaminya, Akhiruddin (36) hingga menderita luka bakar serius.
Informasi dari kepolisian menyebutkan, saat itu korban sedang beristirahat di kamar tidur. Sang istri, tiba-tiba menyiramkan pertalite dari botol air mineral. Tidak terima dengan tindakan tersebut, korban marah dan melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya.
Namun, upaya itu justru memicu tindakan nekat LW, yang secara spontan menyalakan korek api. Api pun segera menyambar tubuh korban, dan membakar sebagian besar ruangan kamar.
Teriakan korban menggema di malam yang sunyi, memancing perhatian warga sekitar.
Saksi mata, termasuk Fiki Tedian (23), Muhammad Dung (50), dan Dhaniar (27) bergegas memberikan pertolongan. Mereka berhasil membawa korban keluar dari kamar yang sudah dipenuhi api.
"Semua orang panik. Kami mencoba memadamkan api dengan alat seadanya," ujar salah satu saksi.
Api akhirnya berhasil dipadamkan, namun kerusakan di kamar korban cukup parah. Korban yang dalam kondisi kritis dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Korban mengalami luka bakar hingga 80 persen dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Abadi di Samboja.
Berdasarkan pemeriksaan TKP, Polsek Muara Jawa menemukan barang bukti berupa botol bekas bensin dan korek api yang digunakan pelaku. Buku nikah pasangan tersebut juga diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.
Meski LW mengklaim tindakannya spontan karena emosi, pihak berwenang memastikan kasus ini memenuhi unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT ).
Editor : Uways Alqadrie