KALTIMPOST.ID, MAKASSAR-Praktik pencetakan uang palsu di Makassar, Sulawesi Selatan, telah terbongkar.
Mirisnya, kejahatan cetak uang palsu itu dilakukan di Kampus Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar.
Polisi telah menangkap 17 orang dalam kasus tersebut. Pimpinan komplotan tersebut adalah Andi Ibrahim yang merupakan dosen sekaligus Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.
Kini setelah mengamankan pelaku tersebut, polisi segera memburu tiga orang lain dalam keterlibatan pencetakan uang palsu.
Menurut Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, ketiga orang tersebut memiliki peran sebagai otak dan pemodal. Salah satunya bahkan sudah teridentifikasi.
Buronan tersebut berinisial ASS diketahui merupakan seorang politisi yang pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar pada 2013.
Ia juga dirumorkan akan maju pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024.
“Kami akan berusaha menangkap ketiga buron tersebut dalam waktu dekat,” kata Kapolda.
Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penggerebekan besar-besaran di lokasi pabrik uang palsu yang beroperasi secara tersembunyi di dalam kampus.
Penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Gowa telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka dalam jaringan ini.
Kapolda Sulsel menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk membongkar sindikat hingga ke akar-akarnya guna melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko