Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Politisi Berinisial ASS Teridentifikasi sebagai Pemodal Jaringan Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 21 Desember 2024 | 21:29 WIB

 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono. (Foto:JP)
Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono. (Foto:JP)

KALTIMPOST.ID, MAKASSAR-Kepolisian terus mendalami jaringan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar.

Usai menangkap 17 tersangka, polisi kemudian memburu pelaku lain yang memiliki peran lebih besar, yakni otak sekaligus pemodal kejahatan tersebut.

Dari hasil penelusuran polisi, seorang berinisial ASS disebut memiliki peran besar

dalam jaringan peredaran dan pembuatan uang palsu.

 Pengusaha sekaligus politisi ini diduga sebagai pemodal praktik uang palsu tersebut.

"ASS sempat berniat maju Pilkada, tetapi tidak cukup kursi untuk mencalonkan diri," ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono.

 Jejak investigasi kemudian membawa polisi ke sebuah rumah di Jalan Sunu, yang diketahui milik ASS.

 Di lokasi tersebut, dua orang ditangkap. Mereka adalah Muhammad Syahruna (52 tahun) dan John Biliater Panjaitan (68 tahun).

 Syahruna diduga sebagai pelaku produksi uang palsu, sementara John berperan sebagai perantara transaksi.

 Baca Juga: Staf Kampus UIN Alauddin Makassar Meninggal Dunia, Usai Namanya Disebut Dalam Kasus Sindikat Uang Palsu

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa ASS diduga kuat sebagai penyandang dana utama. Dana yang dikirim ASS digunakan untuk membeli bahan baku uang palsu, yang produksinya berlangsung sejak 2010 dan mencapai puncaknya pada 2022.

 

Namun, hingga kini, ASS bersama dua buronan lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#UIN Alauddin Makassar #Jaringan uang palsu di UIN Alauddin Makassar #Andi Ibrahim #uang palsu