KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Hampir seminggu ini cuaca di Kaltim selalu diguyur hujan lebat. Bahkan dalam dua hari terakhir ini, hari Sabtu (21/12) dan Minggu (22/12) sebagian besar wilayah di Kaltim diterpa hujan deras disertai angin kencang.
Seperti pada Sabtu 23 Desember 2024, angin kencang disertai hujan melanda Pantai Tanjung, Samboja, Kutai Kartanegara. Petugas pantai meminta warga yang sedang kemping segera menjauh dari pohon. Mencari tempat di sekitar musala untuk menghindari pohon roboh karena angin kencang.
Benar saja seorang pengunjung yang sedang camping mengalami luka-luka di kepala karena kejatuhan ranting pohon yang sedang tumbang.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, musim hujan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena fenomena La Nina lemah, yang mengakibatkan anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menjadi lebih dingin dari biasanya.
"Tahun lalu yang terjadi adalah El Nino dan bersifat kering, sementara tahun ini adalah La Nina lemah. Hal inilah yang menjadi booster pertumbuhan awan-awan hujan, sehingga intensitas dan volume hujan meningkat," kata Dwikorita dalam keterangannya, Sabtu (21/12).
"Bagi Indonesia fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20-40 persen," lanjut dia.
Selain itu, Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra juga dikepung oleh bibit siklon yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.
Dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi seruakan udara dingin (cold surge) yang bergerak dari Siberia menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Saat ini Indonesia tengah berada di puncak musim penghujan. Kondisi ini ditambah La Nina serta kombinasi aktif Madden-Julian Oscillation, gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta konvektif lokal di wilayah barat, selatan, dan tengah Indonesia memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat di berbagai daerah," jelas dia.
Sejak November BMKG terus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi. Selain mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana, BMKG juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan potensi bencana.
Sebelumnya, merujuk data prakiraan hujan BMKG, hampir seluruh wilayah Tanah Air diperkirakan berpotensi diguyur hujan lebat selama Desember dengan intensitas lebih dari 200 mm.
Editor : Uways Alqadrie