KALTIMPOST.ID, Pelaku mutilasi Uswatun Khasanah (29), Rochmat Tri Hartanto alias Antok (33) sempat berpikir untuk melarikan diri ke Taiwan. Rencana tersebut terlintas setelah mengetahui potongan tubuh Uswatun Khasanah sudah ditemukan di Ngawi.
Informasi lain, Antok ternyata memiliki anak dan istri. Hal ini terungkap oleh live akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras, pada Minggu (26/01/2025) pukul 22. 00 WIB.
Saat ditanya oleh petugas, pelaku mengaku memiliki anak istri yang tinggal di Jombang, Jawa Timur. Live TikTok tersebut di ruang pemeriksaan di Polda Jawa Timur.
Saat jenazah Uswatun Hasanah ditemukan dalam koper di saluran air Desa Dadapan, Kendal, Ngawi, pada Kamis (23/01/2025), Antok mengaku mengetahui soal hal tersebut dan langsung bertolak ke Jombang dari Tulungagung untuk menemui anak istrinya.
Tak hanya itu, pelaku juga menemui sang ibunda yang berada di wilayah Kediri. Pelaku juga mengaku curhat pada rekan anggota TNI dan Polri, dan mengaku mendapatkan jawaban untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.
Pelaku mengaku kepikiran untuk pergi ke Taiwan lewat jalur resmi. Mengaku pernah mendapatkan gaji sekitar Rp 13 juta per bulan saat bekerja di Taichung, Taiwan.
Rencananya, Polda Jawa Timur bakal menggelar konferensi pers pada Senin (27/01/2025) pukul 08.00 WIB pagi.
Sebelum ini, saat dalam pemeriksaan pelaku mutilasi Uswatun Khasanah (29), Rochmat Tri Hartanto atau A (33) sempat berbohong dengan mengaku sebagai suami siri. Ternyata pengakuan status itu untuk mengelabui orang di sekitarnya.
"Motif kedekatan RTH memutilasi Uswatun Khasanah karena sakit hati dan cemburu. Tersangka merasa korban pernah memasukkan laki-laki lain ke dalam kosnya, ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Farman kepada awak media, Senin (27/1/2025).
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku rupanya bukan merupakan suami siri korban.
"Faktanya tidak. Berhubungan sudah 3 tahun. Pengakuan suami siri hanya dibuat untuk mengelabui orang di sekitarnya. Kita menemukan yang bersangkutan sering berhubungan dengan korban. Untuk mengelabui yang bersangkutan tidak berspekulasi, mengaku sebagai suami siri," tuturnya.
Farman mengatakan, aksi itu sudah direncanakan oleh pelaku. “Perlu kami sampaikan kejadian sebenarnya sudah direncanakan pelaku jauh hari,” ujar Farman dalam konferensi pers, Senin (27/1/2025).
Hal ini, lanjut Farman, membuat pelaku mengajak korban bertemu di Hotel Adi Surya Kediri. Farman menyebut, di kamar 301, korban dihabisi.
"Itulah mengapa pelaku mengajak bertemu korban di hotel wilayah Kediri," imbuhnya.
RTH alias Antok, warga Tulungagung, menghabisi UK di Hotel Adisurya, Kediri. Lalu memotong-motong tubuhnya dan memasukkan potongan badan ke dalam koper merah.
Editor : Uways Alqadrie