KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pembahasan rancangan APBD perubahan tahun 2025 akan dilakukan lebih awal. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka peluang pembahasan rancangan APBD perubahan dilaksanakan pada Maret atau April. Untuk menyesuaikan ketersediaan anggaran dengan visi-misi kepala daerah terpilih.
Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Senin (3/2) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Tito mengungkapkan kepala daerah terpilih hasil pilkada serentak ini bertugas setelah APBD tahun 2025 disahkan.
Di mana perencanaan kegiatannya disusun oleh kepala daerah definitif yang kembali terpilih maupun kalah dalam pilkada. Maupun penjabat (pj) kepala daerah.
“Tapi sebagian besar adalah non pejabat definitif. Sehingga untuk APBD ini disesuaikan dengan visi-misi kepala daerah yang baru,” katanya.
Mantan Kapolri ini juga menyampaikan kepala daerah yang baru biasanya melakukan penyesuaian anggaran dalam siklus APBD perubahan pada bulan Juni atau Juli. Sementara pelantikan kepala daerah terpilih, akan dilaksanakan di awal tahun.
“Kita berikan kesempatan untuk perubahan APBD dilakukan lebih cepat lagi. Entah di bulan Maret atau April. Tidak di bulan Juni atau Juli. Karena kalau Juni atau Juli itu berarti visi misi kepala daerah atau pj yang lama,” jelasnya.
Peluang pembahasan rancangan APBD perubahan lebih awal ini, menurut Tito sebagai solusi untuk menyelaraskan APBD dalam RPJMD yang disusun kepala daerah terpilih dengan RPJMN Presiden Prabowo Subianto. “Ini solusi supaya APBD-nya inline, RPJMD kepala daerah terpilih dengan RPJMN di tingkat pusat,” usulnya.
Sebagai informasi, pada pilkada serentak tahun 2024, ada sebanyak 6 kabupaten/kota dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, yang dimenangkan oleh kepala daerah incumbent (petahana). Yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Berau, Paser, dan Kutai Timur (Kutim).
Selebihnya bukan kepala daerah petahana yang terpilih lagi. Seperti di Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, anak mantan Bupati Kubar periode 2006-2016, Ismail Thomas. Berpasangan dengan Nanang Adriani. Dan di Mahakam Ulu (Mahulu), Owena Mayang Shari Belawan, putri dari Bupati Mahulu periode 2021-2025, Bonifasius Belawan Geh. Berpasangan dengan Stanislaus Liah.
Kemudian di Bontang, kepala daerah terpilih adalah mantan Wali Kota Bontang periode 2016-2021, Neni Moerniani berpasangan dengan Agus Haris. Mengalahkan kepala daerah petahana, Wali Kota Bontang periode 2021-2025 Basri Rase-Chusnul Dhihin dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2021-2025 Najirah-Muhammad Aswar.
Lalu di Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor-Abdul Waris Muin mengalahkan dua mantan bupati PPU. Yakni Bupati Periode 2018-2023, Hamdam-Ahmad Basir. Dan Bupati Periode 2008-2013, Andi Harahap-Dayang Donna Faroek.
Editor : Uways Alqadrie