Disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto, di momen tersebut jumlah penumpang yang datang ke Pelabuhan Semayang tercatat sebanyak 35.834 orang.
“Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan sebesar 22,58 persen. Ini menunjukkan adanya pergerakan masyarakat yang cukup signifikan melalui angkutan laut,” ungkapnya.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga terlihat ketika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Marinda mengungkapkan, bahwa jumlah penumpang yang datang pada Desember 2024 tercatat naik 21,93 persen dibandingkan Desember 2023. Hal ini menandakan bahwa sektor angkutan laut dalam negeri semakin menggeliat.
Di sisi lain, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang pada Desember 2024 mencapai 27.276 orang. Meskipun tercatat ada kenaikan sebesar 6,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan Desember 2023, jumlah penumpang yang berangkat mengalami penurunan sebesar 7,25 persen.
“Penurunan jumlah penumpang yang berangkat ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kebijakan atau perubahan dalam pola perjalanan masyarakat pada akhir tahun 2024,” sebutnya.
Selain penumpang, data yang dirilis BPS Balikpapan juga mencatatkan peningkatan pada jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau.
Pada bulan Desember 2024, total barang yang dibongkar tercatat sebanyak 258.080 ton, yang mengalami kenaikan 2,83 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Desember 2023, jumlah barang yang dibongkar meningkat tajam sebesar 23,10 persen. Sementara itu, jumlah barang yang dimuat pada angkutan laut dalam negeri pada Desember 2024 tercatat sebanyak 36.914 ton.
Namun, ada penurunan sebesar 10,60 persen dibandingkan dengan bulan November 2024. Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 26,60 persen.
Penurunan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi permintaan barang atau perubahan dalam volume pengiriman dari daerah-daerah tertentu.
Namun, di sisi angkutan laut luar negeri, terdapat peningkatan yang signifikan. Jumlah barang baik peti kemas maupun non-peti kemas yang dibongkar pada Desember 2024 tercatat sebanyak 5.875 ton, meningkat 26,56 persen dibandingkan dengan bulan November 2024.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah barang yang dibongkar juga mengalami kenaikan sebesar 2,60 persen. Marinda juga menyebutkan adanya kenaikan dalam jumlah barang yang dimuat untuk angkutan laut luar negeri.
“Pada Desember 2024, jumlah barang yang dimuat ke luar negeri tercatat sebesar 168 ton, yang mengalami lonjakan sangat besar, yakni 124,00 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ini menjadi indikasi bahwa aktivitas ekspor melalui Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau kembali menunjukkan tren positif,” kata Marinda.
Dengan adanya tren positif ini, diharapkan Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau dapat terus meningkatkan kapasitas dan efisiensi, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta memfasilitasi aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat di wilayah Kalimantan.
“Peningkatan ini tentunya berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah, terutama dalam mendukung arus barang dan penumpang yang semakin meningkat, apalagi dengan adanya IKN (Ibu Kota Nusantara) di Kaltim," lanjutnya. (*)
Editor : Almasrifah