KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Taman Safari Indonesia menegaskan komitmennya untuk mulai membangun Taman Safari di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai tempat rekreasi edukasi mengenai keragaman satwa nusantara. Pembangunan ini ditargetkan dimulai paling lambat akhir 2025.
“Hari ini saya menerima Pak Garibaldi (Boy) Thohir untuk memastikan pembangunan Taman Safari bersama konsorsiumnya di IKN.
Beliau menyampaikan tekadnya bahwa pembangunan dimulai paling lambat akhir tahun ini dan akan berlangsung selama 2-3 tahun ke depan,” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Kantor Otorita IKN Jakarta, Jumat (7/2), seperti dikutip media ini, Senin (10/2).
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono itu mengungkapkan, Otorita IKN telah menyiapkan lahan seluas 225 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi Taman Safari. Lahan tersebut telah ditinjau bersama dengan Tim Taman Safari untuk memastikan kesiapan dan kesesuaiannya.
Lalu, siapakah Garibaldi Thohir, yang akrab disapa Boy Thohir, tokoh penting di balik yang memiliki peran besar dalam industri pariwisata dan konservasi di Indonesia itu?
Kaltim Post mendapatkan referensi bahwa Boy Thohir adalah seorang pengusaha sukses dan filantropis yang dikenal karena kontribusinya dalam berbagai bidang, termasuk energi, properti, dan media.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Boy Thohir juga memiliki perhatian besar terhadap pelestarian lingkungan dan satwa liar. Melalui Taman Safari Indonesia, ia telah membuktikan komitmennya dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Keterlibatan Boy Thohir dalam pembangunan Taman Safari di IKN disebut-sebut pula bukan hanya sekadar investasi bisnis, tetapi juga merupakan wujud dari visinya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan kesadaran akan pentingnya konservasi alam.
Boy Thohir ingin Taman Safari Indonesia di IKN menjadi tempat di mana pengunjung dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan berbagai jenis satwa nusantara. Dia juga ingin memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian satwa-satwalangka.
Editor : Uways Alqadrie